Kamis 02 Juli 2020, 09:15 WIB

Ikan Napoleon Muncul, KKP Sebut Terumbu Karang Membaik

Antara | Humaniora
Ikan Napoleon Muncul, KKP Sebut Terumbu Karang Membaik

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Ilustrasi: Sejumlah ikan berada di sekitar terumbu karang di wilayah peraian konservasi Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ), Jepara

 

KEMUNCULAN ikan napoleon (Cheilinus undulatus) di kawasan konservasi perairan Pekanbaru disebut merupakan indikasi kondisi terumbu karang di kawasan tersebut membaik.

Hal itu disampaikan  Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono. Kemunculan salah satu raksasa penjaga karang ini mengindikasikan kondisi kesehatan terumbu karang perairan di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) TWP Pieh dan laut di sekitarnya membaik.

"Ikan napoleon termasuk ikan karang berukuran besar. Sepanjang hidupnya, selalu berasosiasi dengan terumbu karang atau di habitat-habitat yang berdekatan terumbu karang," ujar Aryo, Kamis (2/7).

Aryo menambahkan, sebagai aset wisata bahari, ikan napoleon termasuk jenis yang dilindungi secara terbatas melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 Tahun 2018 dan termasuk dalam daftar apendiks II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

"Melalui monitoring rutin, kondisi ekosistem dan biota laut yang ada dalam kawasan konservasi diharapkan dapat diketahui secara berkala sehingga ada atau tidaknya dampak akibat tekanan dari pemanfaatan terhadap sumber daya tersebut juga dapat diketahui," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru Fajar Kurniawan menjelaskan monitoring biofisik TWP Pieh merupakan agenda rutin tiap tahun sebagai instrumen pengelolaan kawasan konservasi perairan demi mewujudkan sumber daya laut yang lestari dan berkelanjutan.

Baca juga: Merawat Terumbu Karang Melindungi Ekosistem

Selain itu, ujar dia, pelaksanaan monitoring biofisik di masa pandemi covid-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol normal baru. Berdasarkan data, pada 2019 tercatat tutupan karang TWP Pulau Pieh sebesar 39,45%, sedangkan beberapa tahun sebelumnya atau tepatnya pada 2015 tutupan karangnya sebesar 28,38%.

"Pengamatan terumbu karang ini dilakukan dengan menggunakan metode underwater photo transect (UPT) atau transek foto bawah air. Sedangkan pengamatan ikan karang dilakukan pada setiap titik transek permanen dengan menggunakan metode underwater fish visual census (UVC)," tutur Fajar.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan lokasi monitoring biofisik pada 2020 difokuskan di 14 titik pengamatan yang tersebar di sekitar perairan Pulau Air, Pulau Pieh, Pulau Bando, Pulau Pandan dan Pulau Toran.

Selama kegiatan monitoring, tim berhasil menjumpai salah satu biota laut yang dilindungi yaitu Ikan napoleon.(OL-5)

Baca Juga

MI/Andry Widyanto

Vaksin Covid-19 di Indonesia Terlambat 4 Bulan dari Tiongkok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:50 WIB
Terkait vaksin merah putih, Prof Amin menekankan yang terpenting ialah kemampuan anak bangsa yang dalam membuat...
Ist

KKP Dukung Riset Ikan Gabus untuk Kesehatan dan Budidaya

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 20:30 WIB
Para pembudidaya Ikan Gabus (Channa Striata) yang bertujuan membantu pemerintah melalui KKP dalam pengembangan usaha budidaya ikan...
AFP/Mohammed Huwais

Penanganan Dini Kunci Sukses Atasi Trauma Mata

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 19:20 WIB
Dokter Yunia Irawati, SpM(K), menjelaskan trauma pada mata atau ophthalmic trauma berisiko menurunkan tingkat penglihatan secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya