Kamis 02 Juli 2020, 09:00 WIB

Harga Minyak Naik Dipicu Pengurangan Stok & Aktivitas Manufaktur

Antara | Ekonomi
Harga Minyak Naik Dipicu Pengurangan Stok & Aktivitas Manufaktur

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Ilustrasi Harga Minyak Dunia Naik

 

KENAIKAN harga minyak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dipicu oleh penurunan persediaan minyak mentah AS dari rekor tertinggi dan serangkaian data manufaktur positif. Akan tetapi, lonjakan kasus covid-19 justru membatasi kenaikan tersebut.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 76 sen atau 1,8% menjadi ditutup pada 42,03 dolar per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 55 sen atau 1,4% menjadi menetap pada 39,82 dolar AS per barel.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menyampaikan persediaan minyak mentah AS berkurang lebih besar dari yang diperkirakan, turun 7,2 juta barel pekan lalu, setelah mencapai tertinggi sepanjang masa selama tiga minggu berturut-turut. Para analis memperkirakan penurunan 710.000 barel.

"Impor dari Saudi jatuh hingga mencapai jumlah kecil dan saya pikir penurunan (stok) ini akan menjadi yang pertama dalam serangkaian penurunan," kata analis senior di Price Futures, Phil Flynn, di Chicago.

Sebagian besar penurunan juga dikaitkan dengan kilang-kilang yang meningkatkan produksi mereka setelah mengurangi operasi selama musim semi karena pandemi, sehingga tingkat pemanfaatan kilang naik 0,9 poin persentase menjadi 75,5%, tertinggi sejak awal April.

Peningkatan kegiatan ekonomi global juga mendukung harga minyak. Aktivitas manufaktur AS rebound pada Juni, mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun ketika ekonomi yang lebih luas dibuka kembali.

Baca juga:  Perbaikan Data Ekonomi AS Angkat Harga Minyak

Di Tiongkok, aktivitas pabrik tumbuh pada laju yang lebih cepat pada Juni. Sektor manufaktur Jerman mengalami kontraksi pada laju yang lebih lambat pada Juni, sementara aktivitas pabrik Prancis rebound ke dalam pertumbuhan.

Menurut sumber perusahaan pengiriman puluhan juta barel minyak mentah dan produk minyak yang disimpan dalam tanker di laut akibat krisis covid-19 sedang dijual. Ini tanda bahwa permintaan bahan bakar mulai pulih.

Namun, investor berhati-hati setelah lonjakan infeksi di Amerika Serikat dan peringatan dari pakar penyakit menular top pemerintah AS bahwa jumlahnya dapat segera berlipat ganda.

Menyusul kesepakatan untuk membatasi pasokan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi rata-rata 22,62 juta barel per hari (bph) pada Juni, survei Reuters menemukan, turun 1,92 juta barel per hari dari angka direvisi pada Mei.(OL-5)

Baca Juga

MI/Ramdani

Kadin : 80% Perusahaan Alami Penurunan Pendapatan Akibat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 22 September 2020, 18:47 WIB
"8 dari 10 perusahaan di Indonesia mengalami penurunan pendapatan. Hal ini berimbas pada persoalan ketenagakerjaan, mengecilnya...
DOK KEMENTAN

Kementan Antisipasi Jaga Produktivitas Perkebunan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 16:49 WIB
Mentan SYL terus mendorong dan memacu jajarannya untuk lebih giat dan sigap dalam penerapan teknologi...
Antara/Puspa perwitasari

Deifisit APBN Hingga Agustus 2020 Capai Rp500,5 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 22 September 2020, 15:55 WIB
Deifisit itu dikarenakan kinerja penerimaan negara sebesar Rp1.034,1 triliun, lebih rendah dibanding belanja yang mencapai Rp1.534,7...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya