Kamis 02 Juli 2020, 07:20 WIB

Pasar Otomotif Diperkirakan Pulih Kuartal IV

(Ria/S-2) | Otomotif
Pasar Otomotif Diperkirakan Pulih Kuartal IV

ANTARA/RISKY ANDRIANTO
Industri Otomotif

 

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berharap kelesuan di industri otomotif segera berakhir. Selama pandemi covid-19, khususnya mulai April hingga saat ini, pasar otomotif turun hingga 50%, di pasar lokal maupun ekspor. Penurunan pasar otomotif tidak hanya melanda Tanah Air, tetapi juga secara global.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan penjualan ritel kendaraan roda empat pada Mei 2020 mencapai 17.083 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, penjualan mencapai 93.881 unit.

Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono, mengungkapkan, memasuki fase kenormalan baru pandemi covid-19, pasar otomotif belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, pergerakan pasar otomotif akan terjadi beberapa tahap. pertumbuhan awal akan terjadi di awal semester II 2020. Namun, perkembangan itu secara perlahan dan bertahap, butuh waktu. Ia memprediksi pasar otomotif akan pulih sekitar kuartal IV 2020.

"Mungkin ada yang mulai lebih awal di kuartal III, yakni hubungannya dengan komponen CKD yang kami ekspor ke negara-negara yang mulai stabil seperti Vietnam dan Thailand," kata Warih dalam pertemuan secara virtual dengan sejumlah jurnalis, Jumat (26/6).

Ia memperkirakan peningkatan pasar bisa mencapai dua sampai tiga kali lipat dari periode sebelumnya, ketika pandemi virus korona baru melanda Tanah Air.

Pada kesempatan sama, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam, mengungkapkan, terkait pandemi covid-19, industri otomotif telah mendapat stimulus, antara lain berupa keringanan pajak penghasilan (PPh21) berupa diskon 30%.

Ia mengakui bahwa diskon PPh21 itu sudah sangat membantu di saat situasi sulit akibat pandemi. Bob berharap stimulus itu bisa diperbesar. Pemerintah diharapkan memberi stimulus kepada mitra UMKM yang sangat merasakan dampak covid-19. Ada sekitar 140 mitra pemasok tier 1 yang harus siap ketika pasar otomotif pulih.

Ia juga mengusulkan pemerintah juga memberi stimulus untuk konsumen agar pasar segera pulih. Yakni berupa penghapusan pajak progresif untuk 1-2 tahun, mengurangi pajak daerah yang besarannya saat ini 10%-12,5%.

Ia mengerti daerah saat ini mengalami kesulitan karena pandemi covid-19, apalagi pajak otomotif memberi sumbangan yang cukup berarti bagi daerah.

Namun, dengan dengan pengurangan pajak tersebut, peningkatan pasar otomotif diharapkan terjadi yang pada akhirnya bisa menggairahkan ekonomi. (Ria/S-2)

Baca Juga

Kutu Community

Kutu Gelar Riding Kemerdekaan Rayakan HUT Ke-6

👤RO 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 12:00 WIB
MEMPERINGATI ulang tahun ke-6 Kutu Community, komunitas sepeda motor skuter ini berencana menggelar 'Riding Kemerdekaan' pada...
Dok ADM

Daihatsu Pacu Produksi untuk Atasi Menipisnya Stok PasarĀ 

👤RO 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 19:36 WIB
Dari implementasi penerapan 2 shift tersebut diharapkan hasil produksi Agustus 2020 akan meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan...
Dok MMKSI

Tips Rifat Sungkar: Mengarahkan Bakat Balap Reli sejak Usia Dini

👤RO 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 18:56 WIB
Saat ini untuk menjadi pembalap tidak selalu membutuhkan biaya mahal dan  tidak harus berstatus...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya