Kamis 02 Juli 2020, 00:27 WIB

Bantu Pembelajaran Jarak Jauh, Gredu Rilis Fitur Baru

Ghani Nurcahyadi | Teknologi
Bantu Pembelajaran Jarak Jauh, Gredu Rilis Fitur Baru

Antara/Raisan Al farisi
Siswa melakukan pembelajarans ecara daring selama pandemi Covid-19

MODEL Pembelajaran jarak jauh masih akan dipertahankan di sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai bulan ini. Hal itu mengingat masih tingginya faktor risiko penularan Covid-19 di Indonesia saat ini.

Mempermudah proses pembelajaran jarak jauh, platform teknologi pendidikan (edtech) Gredu melansir fitur baru membantu orang tua, siswa, dan guru. Fitur itu ialah Kelas Interaktif dan Tugas Online.

Chief Technology Gredu Mochammad Fachri mengatakan, fitur itu dikembangkan berdasarkan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran jarak jauh tiga bulan terakhir saat sekolah ditutup sementara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, Gredu menyadari kolaborasi antara orang tua, guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Terlebih, dengan frekuensi tatap muka yang jauh berkurang selama masa pandemi , siswa dituntut untuk lebih mandiri dan aktif sehingga materi yang sudah direncanakan selama satu tahun ajaran dapat terserap dengan baik dan mendapatkan hasil akademis yang sesuai harapan.

"Oleh karena itu, sebagai wujud komitmen kami terhadap kemajuan Pendidikan di Indonesia, kami memperkenalkan fitur Kelas Interaktif dan Tugas Online yang mengoptimalkan kerja sama antara ketiga pihak tersebut. Kedua fitur ini merupakan bagian dari pengembangan platform digitalisasi sekolah yang sudah kami kembangkan dan perkenalkan sebelumnya,” ujar Fachri dalam diskusi virtual, Rabu (1/7)

Ia menjelaskan, Kelas Interaktif berguna bagi guru untuk membimbing murid saling berdiskusi dan melakukan tanya-jawab secara real-time. Para guru dapat mendampingi siswanya melalui perangkat masing-masing sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih efektif dan efisien. 

Di kelas online itu, para guru membuat materi lalu membagikannya ke siswa melalui aplikasi Gredu Teacher. Materi yang diterima para siswa melalui aplikasi Gredu Student bisa didiskusikan bersama di Kelas Interaktif sesuai materi pelajaran.

Baca juga : PSBB Transisi Dilanjutkan, Anies Tegaskan Sekolah Belum Dibuka

"Para siswa juga dapat mengemukakan pertanyaan melalui layanan chat yang sudah disediakan Gredu. Dengan fasilitas tanya-jawab antara guru dan siswa di Kelas Interaktif maka atmosfer pembelajaran bisa berlangsung dua arah seperti halnya pendidikan offline di sekolah," jelas fachri.

Sementara itu, fitur Tugas Online dibangun dengan basis Kurikulum 2013 (Kurtilas) yang merupakan pengembangan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui Tugas Online, guru dapat mempersiapkan materi pembelajaran beserta tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa pada aplikasi Gredu Teacher. 

Selanjutnya, siswa mendapatkan notifikasi dari aplikasi Gredu Student. Siswa mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugasnya melalui aplikasi yang sama. Kemudian guru akan mengoreksi tugas yang telah terkumpul dan memberikan penilaian.

Di sisi lain, para orang tua dapat memantau proses PJJ dari notifikasi aplikasi Gredu Parent. Jadi, seandainya orang tua sudah harus bekerja dari kantor atau berada di luar rumah, mereka tetap dapat membantu anaknya mengklarifikasi tugas dengan guru atau memantau anak-anaknya selama mengerjakan tugas dari sekolah.

"Kemudahan lain yang didapatkan dari fitur Kelas Interaktif dan Tugas Online untuk orang tua, siswa, dan guru adalah aksesibilitasnya. Ketiga aplikasi tersebut dapat diakses melalui perangkat mobile, tablet maupun laptop sehingga guru dan siswa dapat mengerjakan tugas mereka kapan saja dan tidak perlu khawatir akan kurangnya perangkat di rumah," tutur Fachri.

Dengan sejumlah kemudahan yang ditawarkan oleh kedua fitur baru tersebut, Chief Operating Officer Gredu Ricky Putra berharap siswa menjadi semakin aktif dan mandiri serta mulai terbiasa untuk mengelola waktu.

Guru juga mendapatkan kemudahan untuk merancang silabus dan materi pembelajaran dari hari ke hari sehingga tercipta konten edukasi yang berkualitas. Selain itu, guru masih memiliki waktu untuk mengembangkan diri dan aktif mengikuti perkembangan teknologi.

"Orang tua pun juga memiliki waktu lebih banyak untuk berkomunikasi secara lebih intensif dengan anak-anak mereka. Dengan demikian, orang tua juga dapat memberikan pendidikan tambahan berupa pembentukan karakter, pola pikir, dan perilaku bagi anak," ujarnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. PUBG Mobile

Bikin Mabar Makin Seru, PUBG Mobile Gelar Color Chasing

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 12:15 WIB
Tidak itu saja, dengan Mabar, seorang pemain juga dapat lebih mudah berkomunikasi walaupun teman satu tim tidak sedang berada di...
Dok. Prasetiya Mulya

Prasmul Day 2020 Gaungkan Pembelajaran Tak Terbatas

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 13:05 WIB
Kehadiran teknologi cerdas telah mengubah kehidupan manusia secara signifikan. Salah satunya adalah mengundang perkembangan...
Dok. Pribadi

Solusi Sistem Jaringan Lintasarta Raih SD-WAN Excellent Award

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 23:37 WIB
Dalam acara Virtual Partner Connect 2020, Fortinet memberikan penghargaan Secure SD-WAN Excellence...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya