Rabu 01 Juli 2020, 16:18 WIB

Polresta Tasikmalaya Tunggu Masa Panen Padi Hitam

Kristiadi | Nusantara
Polresta Tasikmalaya Tunggu Masa Panen Padi Hitam

MI/Kristiadi
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Anom Karibianto bersama istri dan padi hitam di sebuah median hidroponik sebagai contoh pemanfaatan pekarangan..

 

Polresta Tasikmalaya menjadi percontohan bagi masing-masing Polsek terutama dalam ketahanan pangan dengan mengembangkan padi hitam yang memanfaatkan pekarangan. Tanaman padi hitam sebagai upaya terutama dalam meningkatkan perekonomian dan juga kesejahteraan bagi masyarakat.

Kapolresta Tasikmalaya AKB Anom Karibianto mengatakan, padi hitam yang ditanam selama ini masih menunggu beberapa minggu panen dan padi tersebut juga menjadi percontohan untuk Polsek lainnya yang berada di wilayah Tasikmalaya. Karena, padi hitam tersebut ada perbedaan dari ketan hitam termasuk memiliki kandungan nutrisinya lebih baik.

"Padi hitam yang ditanam selama ini berada di hidroponik dan jumlahnya 120 batang tanpa memerlukan tanah tapi kebutuhan itu paling banyak air. Namun, untuk menjaga ketahanan pangan direncanakan semua anggota Polsek harus bisa menanam padi hitam maupun padi lainnya tanpa menggunakan urea, ponska dan SP 36 tapi organik," ujarnya, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Kota Bersih-Bersih Tangkal Korona dan DB

Anom mengatakan, beras hitam di Indonesia berasal dari kultivar yang beragam tapi selama ini kebanyakan petani mendapatkannya dari warisan turun-menurun. Karena, sebagian ada yang memurnikannya dari beras hitam yang selama ini telah beredar di pasaran mulai dari Cempo Ireng dari Kulon Progo, Sleman, Melik Lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah, Toraja Sulawesi dan Cibeusi Subang.

"Padi hitam yang ditanam selama ini mamang umumnya memiliki kendala pengembangan dan pada umur panen panjang bisa mencapai 200 hari. Namun ada beberapa varietas yang sudah genjah atau berumur panen pendek bisa dipanen dalam waktu 4 bulan, tapi untuk padi yang ditanam di hidroponik dipastikan akan menunggu beberapa minggu lagi untuk panen," katanya.

Menurutnya, manfaat beras hitam sebagai bahan pangan dan bukan obat tetapi bisa saja berfungsi menjadi obat terutama pencegahan penyakit kanker karena memiliki kandungan antosianin yang tinggi. Berdasarkan banyak riset, antosianin yang didapatkan merupakan salah satu antioksidan yang sangat kuat dan bisa mencegah penyakit kanker, diabetes, jantung, anti aging (anti penuaan) dan awet muda.

Baca Juga: Warga Terkejut Polres Tasikmalaya Gelar Razia Masker

"Penanaman padi hitam yang ditanam selama ini menjadi percontohan dan jika sudah batas waktunya panen nanti gabah kering tersebut akan dibibitkan kembali. Namun rencananya ke depan, supaya lahan persawahan berada di Tasikmalaya bisa dikembangkan karena padi hitam memang sulit dicari dan gabahnya juga harus dipesan tetapi beras tersebut memang nilai kalorinya terendah dibanding jenis beras lain yaitu 362 kcal per 100 gram," paparnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

Antara

Tak Bermasker Emil Siapkan Sanksi Denda hingga Kurungan

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:55 WIB
TEMUAN tiga klaster baru di Jawa Barat menjadi cambuk agar penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan demi memutus rantai penularan....
MI/Adi Kristiadi

Covid Melandai Kini DBD Unjukgigi di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:20 WIB
DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya...
 MI/Widjajadi

Rudy tidak Alergi Solo Berstatus Zona Hitam

👤Widjajadi 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:07 WIB
Dia sangat prihatin karena tambahan kasus yang semula selalu satu digit, pada Minggu (12/7) melonjak hingga 18...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya