Rabu 01 Juli 2020, 15:07 WIB

Ini Progress Terkini Pengembangan Vaksin Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Ini Progress Terkini Pengembangan Vaksin Covid-19

Antara
Ilustrasi

 

LEMBAGA Biologi Molekuler Eijkman menargetkan bibit vaksin covid-19 atau yang dinamakan Vaksin Merah Putih akan diserahkan ke pihak industri, yakni Bio Farma pada Februari 2021 mendatang.

Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyelesaikan proses pengembangan dalam trimester 1 dan telah memasuki trimester 2.

“Saat ini kami masuk di trimester kedua, jadi kami mengharapkan bahwa di akhir semester ke 4 nanti kami sudah bisa memberikan seed vaccine ini ke Bio Farma, setelah melalui proses uji pada hewan,” kata Amin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Rabu (1/7).

Amin menjelaskan, hingga Selasa (30/6) kemarin, Lembaga Eijkman telah mengamplifikasi gen penyandi protein Spike (S) dan Nucleocapsid (N) dari virus covid-19 isolat Indonesia. Beberapa versi gen S juga telah berhasil diamplifikasi dan dikloning ke vector basic (pembawa).

Kemudian, pihaknya juga sudah melakukan kultur dan memperbanyak virus covid-19 isolat Indonesia dan akan digunakan sebagai control positif pada uji imunogenisitas. Sedangkan yang saat ini tengah dilakukan adalah proses transfer gen S dari vector pembawa ke vector ekspresi galur sel mamalia.

Beberapa tahap yang masih perlu dilakukan yakni ekspresi protein rekombinan dan uji klinik pada hewan. Jika berjalan dengan baik, bibit vaksin kemudian akan diberikan kepada Bio Farma untuk dikembangkan lebih lanjut guna keperluan uji klinik.

Baca juga : Wah Ternyata, Kemenkes Belum Terima Anggaran Covid-19

Amin pun mengakui ada beberapa kendala yang dihadapi Lembaga Eijkman selama proses pengembangan vaksin, di antaranya harus menunggu reagen khusus yang masih didatangkan dari luar negeri dan peralatan pendukung produksi protein masih dalam proses pemesanan.

“Banyak permintaan agar proses ini bisa lebih dipersingkat sampai dengan sebelum akhir 2020. Kami akan tetap berusaha sekuat-kuatnya supaya ini akan lebih cepat selesai, tapi ini prediksi kami akan selesai pada 2021,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR Ratna Juwita mengaku merasa prihatin karena anggaran yang diberikan kepada Lembaga Eijkman untuk mengembangkan vaksin covid-19 hanya sebesar Rp5 miliar. Padahal menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian dan dukungan lebih agar lembaga penelitian dapat melakukan tugasnya dalam menangani covid-19.

“Pemerintah tidak ada wacana terkait epidemiologi dari pandemi covid-19 tapi lebih ke wacana bagaimana masyarakat secara ekonomi bisa diselamatkan. Kita harus tegas untuk memberikan support kepada rekan-rekan kita di Kemenristek/BRIN maupun LPNK, dan konsorsium yang bertugas untuk menangani masalah covid-19 ini. Keberpihakan anggaran sangat dibutuhkan hari ini, mereka tidak bisa ngapa-ngapain kalau tidak mendapat support tersebut,”  pungkasnya (OL-2)

 

Baca Juga

Dok. Instagram

Livi Zheng Melangkah Maju

👤Zubaedah Hanum 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 02:35 WIB
MUDA dan perempuan. Dalam sekali tepukan, sutradara Livi Zheng, 31, berhasil mematahkan anggapan bahwa orang muda dan perempuan ialah kaum...
Dok. Kevin Aprilio

Kevin Aprilio Berkali-kali Tertunda Akhirnya Menikah Juga

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 02:15 WIB
MEMUTUSKAN untuk menikah di masa pandemi covid-19 menjadi sebuah keputusan besar yang diambil musikus Kevin...
Dok. Instagram

Adele Jadikan Kisah Diet Bahan Lelucon

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 01:55 WIB
PENYANYI asal Inggris Adele, 32, hadir di panggung Saturday Night Live (SNL) pada Sabtu (24/10)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya