Rabu 01 Juli 2020, 14:59 WIB

Badan Pusat Statistik : Juni 2020, NTP dan NTUP Naik Signifikan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Badan Pusat Statistik : Juni 2020, NTP dan NTUP Naik Signifikan

Ist/Kementan
BPS melaporkan bahwa dari 1.732 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi, nilai gabah kering panen (GKP) mencapai 58,60%.

 

NILAI Tukar Petani (NTP) pada bulan Juni 2020 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 99,60% atau naik 0,13% jika dibanding dengan NTP sebelumnya.

Kenaikan tersebut disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,23%. Dengan begitu angka yang ada nilainya jauh lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yakni sebesar 0,11^%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, mengatakan bahwa faktor lain yang menyebabkan angka NTP naik adalah perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) yang mencapai 0,08%. Kenaikan juga diikuti oleh naiknya sembilan dari 11 kelompok pembentuk indeks konsumsi rumah tangga.

"Kemudian NTUP (Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian) nasional pada Juni 2020 juga naik sebesar 100,25 atau 0,08% jika dibanding dengan NTUP bulan sebelumnya," ujar Suhariyanto, Rabu, 1 Juli 2020.

Suhariyanto mengatakan, BPS juga mencatat perkembangan harga gabah dan beras di penggilingan selama bulan juni 2020. Menurut dia, dari 1.732 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi, nilai gabah kering panen (GKP) mencapai 58,60%, kemudian gabah kering giling (GKG) 24,48%, dan gabah luar kualitas 16,92%.

"Di bulan yang sama, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 4.720 perkilogram atau naik 2,11%. Adapun di tingkat penggilingan harganya Rp 4.819 perkilogram atau naik 1,88% jika dibandingkan dengan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya," katanya.

Menurut Suhariyanto, rata-rata harga GKG di tingkat petani mencapai Rp 5.845 perkilogram atau naik sebesar 4,61%. Sedangkan di tingkat penggilingan harganya Rp5.958 perkilogram atau naik 4,39%. Sementara untuk harga gabah luar kualitas di tingkat petani mencapai Rp 4.374 per kilogram atau naik 4,28%.

"Dan di tingkat penggilingan mencapai sebesar Rp 4.469 perkilogram atau naik 4,31%," katanya.

Di samping gabah, BPS mencatat rata-rata harga beras berkualitas premium di penggilingan mencapai sebesar Rp9.919 perkilogram. Harga tersebut mengakami kenaikan sebesar 0,94% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan beras berkualitas medium di penggilingan mencapai Rp9.445 perkilogram atau turun sebesar 0,85%.

"Dibandingkan dengan Juni 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2020 untuk kualitas premium dan kualitas medium masing-masing naik sebesar 4,24% dan 3,04%. Untuk beras luar kualitas mengalami penurunan sebesar 0,95 persen," tutupnya.

Sebagai informasi, NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima dengan indeks yang dibayar petani. NTP merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani. (OL-09)

Baca Juga

Ant/Iggoy el Fitra (Str)

Ini Pentingnya Big Data dalam Penyaluran Subsidi Rumah

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:40 WIB
Big data hunian saat ini diaplikasikan melalui Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (Sikasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang...
Ilustrasi

Sosialisasi Insentif Pajak UMKM Perlu Diperluas

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:37 WIB
Dia menambahkan, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian keuangan sebagai aktor utama dalam pemberian insentif pajak tidak bisa bergerak...
Dok Viercorp

Geliat Ekspansi Proyek Pariwisata di NTT

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:30 WIB
Viercorp menargetkan proyek pariwisata kelas atas Amanama Resort di Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai beroperasi pada Januari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya