Rabu 01 Juli 2020, 13:15 WIB

Memanfaatkan Pekarangan Menopang Kehidupan Keluarga

Lina Herlina | Nusantara
Memanfaatkan Pekarangan Menopang Kehidupan Keluarga

Istimewa
Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur di Desa Jambuiya menggalakkan lahan pekarangan untuk bertani sayur dibantu penyuluh pertanian setempat.

 

MENTERI Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, banyak sayuran yang bisa dipanen setelah 20 hari masa tanam. Ada juga yang satu bulan, sehingga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

Hal itu disampaikannya, lantaran Indonesia kaya dengan sumber daya pangan lokal, yang bisa mendukung kemandirian pangan, terlebih menghadapi melemahnya ekonomi akinat pandemi virus korona atau Covid-19.

Untuk itu, bertani di pengarangan rumah menjadi hal yang memungkinkan dilakukan. Kementerian Pertanian pun terus menyosialisasikan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Penyuluh dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Bontomanai,Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pun ikut mendukung pengembangan potensi pertanian wilayah binaannya, seperti dilakukan Suriani, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Suriani di Desa Jambuiya.

Ia mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur di Desa Jambuiya pun lalu mengembangkan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diinisiasi oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo, dengan mengolah pekarangan masing-masing
sehingga dapat menghasilkan sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

"Di sini ada ada 40 rumah tangga binaan, dan semuanya sudah berhasil. Buktinya, jika sudah panen, selain untuk dikonsumsi sendiri, kelebihan hasil panen bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga," ungkap Suriani, dalam rilisnya yang diterima Selasa (1/7).

Salah seorang anggota KWT Subur bernama Enni, bahkan sudah pendapat banyak manfaat dari tanaman pekarangan, seperti cabai, seledri, bayam dan kangkung. Setelah panen hasilnya tentu bisa menopang pangan keluarga dan tetangganya, termasuk kelebihan panennya, bisa ia jual ke pedagang keliling dan mendapatkan omset Rp216 ribu tiap bulan.

Bahkan, pada pandemi Covid-19 ini, hasil panen Enni kian laris, lantaran yang beli masyarakat sekitarnya, yang tahu proses penanaman yang tidak memakai petisida dan pupuk anorganik, melainkan semua organik.

Sementara penyuluh pusat dari Kementerian Pertanian, Wellyana Sitanggang, selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Sulawesi Selatan mengatakan kinerja BPP Bontomanai sejalan dengan arahan Mentan Syahrul.

"Pangan lokal sehat dan bergizi dapat diperoleh dari pekarangan di sekitar kita. Menghadapi pelemahan ekonomi dan dampak pandemi, jawabannya adalah pertanian," katanya mengutip pernyataan Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengurai tentang manfaat P2L apabila lahan pekarangan dikelola serius dapat menambah pendapatan keluarga. "Bisa dikonsumsi sendiri. Kelebihan hasil bisa dijual."

Bupati HM Basli Ali saat kunjungan kerja di Desa Jambuiya, Kecamatan Bontomanai menyatakan apresiasi pada kinerja dan komitmen KWT Subur mendukung mandiri pangan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Pemerintah kabupaten mengharapkan desa-desan lain di Selayar dapat mencontoh kegiatan tersebut. Diharapkan pula para pengelola yang tergabung dalam KWT agar terus melakukan koordinasi dengan penyuluh," kata Andi Maulana mengutip instruksi Bupati HM Basli Ali. (OL-13)

Baca Juga: Hari Ini, Larangan Penggunaan Kantong Plastik Berlaku di Jakarta

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Lagi, Dua Pasien Positif Covid-19 di Kota Sorong Sembuh

👤Martinus Solo 🕔Minggu 12 Juli 2020, 07:45 WIB
Dengan demikian, total warga Kota Sorong yang dinyatakan sembuh dari covid-19 bertambah menjadi 58 orang. Sehingga persentase...
MI/Agus Utantoro

Jelang Pembukaa, Karyawan GLZoo Jalani Rapid Test

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 12 Juli 2020, 07:30 WIB
Selain melakukan rapid test pada karyawan, GLZoo juga menambah fasilitas yang mendukung terpenuhinya protokol kesehatan di era kenormalan...
ANTARA/Mohammad Ayudha

Puluhan Tenaga Medis RSUD Moewardi Solo Reaktif Covid-19

👤Haryanto 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:40 WIB
Selain memperketat tracing kontak, RSUD Moewardi Solo juga mengurangi karyawan non medis sebanyak 50 persen serta mengurangi jumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya