Rabu 01 Juli 2020, 06:50 WIB

Kejagung Periksa Tiga Saksi Kasus Jiwasraya

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
Kejagung Periksa Tiga Saksi Kasus Jiwasraya

Dok. Kejaksaan Agung
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono.

 

TIM jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI kembali memeriksa tiga saksi terkait perkara dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

“Kejaksaan Agung RI kembali memeriksa tiga orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono, dalam keterangannya, Senin (29/6) malam.

Ia menjelaskan, pemeriksaan itu dilakukan guna mencari alat bukti terkait perkara tersebut. “Keterangan para saksi dianggap perlu untuk mengetahui tentang bagaimana proses pengawasan jual beli saham dalam pengelolaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya,” tuturnya.

“Serta guna mencari alat bukti dan dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian keuangan negara pada pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya, kepada para tersangka, baik korporasi maupun pribadi,” imbuhnya

Adapun ketiga saksi yang diperiksa ialah pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka ialah Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Efek Ridwan, Direktur Pengawasan Transaksi Efek pada Direktorat Pengawasan Transaksi Efek Departemen Pengawasan Pasar Modal 2 A OJK Muhammad Arif Budiman, dan Kepala Bagian Transaksi Efek 1 pada Direktorat Pengawasan Transaksi Efek Departemen Pengawasan Pasar Modal 2 A OJK Junaidi.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Fakhri Hilmi (FH), pejabat di OJK, sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

Adapun, atas perbuatannya, FH dijerat dengan Pasal 2 subsider Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Terkait kasus itu, Kejagung menetapkan enam orang sebagai tersangka terkait perkara dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya, di antaranya Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan. (Rif/P-5)

Baca Juga

MI/Moh Irfan

RUU Cipta Kerja Memantik Pemerataan Pembangunan

👤 Cahya Mulyana 🕔Jumat 10 Juli 2020, 07:19 WIB
Semangat RUU Cipta Kerja adalah memangkas tumpang tindih regulasi. Maka kemudahan regulasi yang ditawarkan RUU Cipta Kerja akan memberikan...
MI/ADAM DWI

Saldi Isra Kuliahi para Penggugat

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 10 Juli 2020, 05:30 WIB
Ia juga mempertanyakan penjelasan para pemohon yang tidak rinci. Sayangnya, kali ini merupakan sidang perbaikan permohonan sehingga hakim...
MI/Susanto

KPK Selisik Kasus PT DI lewat Pejabat Bappenas

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 10 Juli 2020, 05:20 WIB
KPK terus menelisik kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Mantan pejabat Bappenas juga turut diperiksa sebagai saksi,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya