Rabu 01 Juli 2020, 05:22 WIB

Menkeu Sebut Kondisi Indonesia Lebih Baik

Mir/X-6 | Ekonomi
Menkeu Sebut Kondisi Indonesia Lebih Baik

Kementerian Keuangan/Riset MI-NRC
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Dalam Persen)

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh masih akan lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain meskipun pada kuartal II 2020, perekonomian negeri ini diprediksi bakal tumbuh minus 3,8%.

Hal itu dipaparkan Sri Mulyani dalam konferensi pers bertema Kondisi ekonomi terkini Indonesia dan proyeksi akhir 2020 di Jakarta, kemarin. Menkeu pun merujuk berbagai prediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara lain pada 2020 yang akan terkontraksi akibat pandemi covid-19.

“Estimasi di Amerika negatif mendekati 10%, Inggris minus 15%, Jerman kontraksi 11%, Prancis minusnya bahkan sampai 17%, Jepang 8%,
bahkan India yang selama ini dianggap negara berkembang sama seperti Indonesia yang pertumbuhannya tinggi, diperkirakan kontraksinya bisa mencapai 12%,” imbuh Sri Mulyani.

Kondisi bahwa Indonesia akan ikut terpengaruh, masih menurut Menkeu, menjadi tantangan bagi semua. “Kita melakukan berbagai langkah pencegahan covid-19 dalam bentuk PSBB (pembatasan sosial berskala besar) atau berbagai langkah yang kemudian memengaruhi ekonomi kita di kuartal II. Estimasi kami di kementerian keuangan -3,8%. Bayangkan dengan negara maju tadi,” sambung dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus 3,8% pada kuartal II 2020 berasal dari berbagai indikator yang dapat dikalkulasikan. Akan tetapi, angka pasti dari pertumbuhan itu baru akan terlihat saat kuartal II usai.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Vid Adrison, berpandangan pertumbuhan ekonomi nasional, baik secara menyeluruh maupun per kuartal, tidak dapat diprediksi lantaran pandemi covid-19.

Agar roda perekonomian kembali berputar seperti yang diharapkan, Vid menyebutkan setidaknya tiga syarat utama yang harus dilakukan. “Pertama, seberapa lama covid ini akan menyebar terus, kapan kita bisa menghentikan. Kedua, seberapa banyak porsi masyarakat yang incomenya itu bergantung aktivitas fi sik. Ketiga ialah efektivitas dari kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (Mir/X-6)

Baca Juga

medcom.id

Apindo Sebut RUU Cipta Kerja Bawa Angin Segar Pascapandemi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 12 Juli 2020, 07:15 WIB
Melalui Omnibus Law Cipta Kerja, Apindo berharap ada perubahan struktur ekonomi yang mampu menggerakkan semua sektor untuk mendorong...
ANTARA/Maulana Surya/Medcom.id

Kemenkop dan UKM Pangkas Persyaratan Akses Dana Bergulir

👤Iam/E-1 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:10 WIB
Dari 16 proses atau syarat yang rigid menjadi hanya tiga proses saja, yaitu penilaian legalitas, repayment capacity, dan pengikatan...
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Menembus Penolakan terhadap Sawit

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:45 WIB
Indonesia terus mengumandangkan sawit berkelanjutan. Yang menolak hanya sekelompok...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya