Rabu 01 Juli 2020, 06:10 WIB

Kemenkop Sarankan UMKM Gabung Dapur Bersama Go-Food

Wan/Ant/E-3 | Ekonomi
Kemenkop Sarankan UMKM Gabung Dapur Bersama Go-Food

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kedua kiri) meninjau produk UMKM yang dipamerkan.

 

MISI Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM untuk menciptakan UMKM lebih efisien dan berdaya saing tinggi terbantu kehadiran Dapur Bersama Go-Food.

“Dengan Dapur Bersama, UMKM saya kira bisa gabung di situ sehingga produk UMKM bisa setara Garuda Food, Indofood, karena kan dapurnya sudah mo­dern, produksinya sudah baik dan higienis,” ucap Menkop dan UKM Teten Masduki dalam acara dialog digital Resep UMKM Bangkit Bersama Go-Food yang juga dihadiri chef Arnold Poernomo di Jakarta, Senin (29/6).

Teten mengatakan membuat UMKM dari ‘kaki lima’ menjadi setara ‘bintang lima’ seperti dilakukan Dapur Bersama Go-Food sejalan dengan upaya Kemenkop. ”Dengan begini saya kira bisa membuat pelaku kuliner UMKM di Indonesia bisa aman dan nyaman,” katanya.

Melihat konsep Dapur Bersama Go-Food, Teten menilai pelaku kuliner UMKM di Indonesia justru bisa lebih baik. ”Sekarang setelah covid-19 kan produk harus dibuat dengan pertimbangan banyak aspek lagi, seperti higienitas produksi dan kemasan serta seterusnya. Saya kira UMKM akan lebih efisien kerja sama dengan Go-Food,” imbuhnya.

Chief Food Officer Go-Jek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, mengatakan setelah diluncurkan pada November 2019, saat ini sudah ada 27 Dapur Bersama Go-Food yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Medan.

”Konsepnya itu kami ingin memberikan akses kepada teman-teman UMKM. Ternyata enak nih punya dapur yang khusus untuk delivery. Kami pilihkan lokasi, yang punya demand masih bagus,” ungkapnya.

Saat merchant UMKM bergabung, belanja modal alias investasi awal ditanggung Go-Food. ”Peralatan umum sudah kami sediakan, tapi tentu kalau ada alat khusus mereka bawa sendiri. Istilahnya, listed di Go-Food, langsung jualan. Sistemnya revenue sharing seperti biasa,” jelas Catherine.

Skema revenue sharing supaya mitra UMKM rendah risiko (low risk). ”Tidak ada fix cost. Mudah-mudahan begitu pandemi lebih tenang, kita akan pacu lagi untuk membuka Dapur Bersama lebih pesat lagi,” terangnya.

Di Dapur Bersama, ruang masak antara satu merchant dan merchant lain disekat. ”Setiap merchant bakal ada dapur masing-masing,” tegasnya. (Wan/Ant/E-3)

 

Baca Juga

DOK Patra Jasa

Patra Jasa Raih Penghargaan Anugerah BUMN 2020

👤Widhoroso 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 22:55 WIB
Ini menjadi kali ketiga Patra Jasa secara beruntun menerima penghargaan dalam ajang Anugerah...
Antara/Dhemas Revianto

PNM Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo Rp750 Milar

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:15 WIB
Dalam masa pandemi covid-19,  PNM tetap menyalurkan pembiayaan kepada usaha ultra mikro dan UMKM lebih dari Rp8,2...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Ini Sederet Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Masa Pandemi

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 18:05 WIB
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur 2020-2024 sebanyak Rp6.445 triliun. Pemerintah hanya menyanggupi Rp2.385 triliun....

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya