Selasa 30 Juni 2020, 23:53 WIB

Harganas : Ibu Berperan Penting Perkokoh Mental Keluarga

Antara | Humaniora
Harganas : Ibu Berperan Penting Perkokoh Mental Keluarga

Dok Kowani
Webinar soal Hari Keluarga Nasional yang dihadiri Kowani dan Ketua MPR

 

KETUA Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan ibu memiliki peran dalam memperkokoh ketahanan mental keluarga dan juga berperan dalam mempertahankan keutuhan bangsa di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu ditegaskannya dalam webinar bertajuk Menjaga Keutuhan Bangsa Ditengah Pandemi Covid-19 Melalui Sosialisasi Empat Pilar.

"Saat ini kita berada dalam kondisi yang memprihatinkan dengan merebaknya pandemi COVID-19 dan saat ini memasuki era adaptasi kebiasaan baru. Tetapi kita tidak boleh lupa dan selalu melekat di jiwa kita untuk tetap menjaga keutuhan bangsa di tengah berlangsungnya pandemi COVID-19. Pada hari ini adalah hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke 27, yang mana peran seorang ibu adalah memperkokoh ketahanan mental keluarga terutama dalam masa pandemi," ujar Giwo.

Dia menambahkan untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah pandemi Covid-19 dapat dilakukan melalui sosialisasi empat pilar dan memperkuat pendidikan kewarganegaraan.

"Dengan menanamkan pemahaman yang mendalam terhadap empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui pendidikan kewarganegaraan, maka kita sebagai para perempuan yang menyiapkan generasi penerus bangsa didorong untuk menjunjung tinggi dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan kearifan lokal seperti toleransi antarumat beragama, kebebasan yang bertanggungjawab, gotong royong, kejujuran, dan cinta Tanah Air serta kepedulian antarwarga masyarakat," ujarnya.

Dalam webinar yang dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo itu, Giwo menambahkan hal itu sejalan dengan poin kedua tugas pokok organisasi Kowani yaitu menghayati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila dan UUD 1945 serta memupuk rasa kebanggaan dan rasa bangga sebagai perempuan yang cinta Tanah Air.

"Kowani yang memiliki sejarah turut serta berjuang dalam kemerdekaan negara ini, akan selalu mendukung empat pilar untuk dapat berdiri kokoh dan dipertahankan," jelas dia.

Baca juga : Gerakan Antiplastik Astra Kumpukan 47 Ton Sampah Plastik

Pancasila sebagai dasar negara telah menjabarkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kedamaian, persatuan, keadilan mufakat dan kesejahteraan bersama.

Sementara, UUD 1945 telah memberikan prinsip kekuasaan, hak asasi, demokrasi, serta gotong royong. NKRI sebagai perwujudan dari negara kesatuan yang terbentuk dari hasil perjuangan dan komitmen para pendahulu, harus dipertahankan.

Serta Bhinneka Tunggal Ika yaitu landasan yang menuntun sikap untuk senantiasa rukun dan saling menghormati serta menoleransi beragam perbedaan agar menjadi bangsa yang besar dan penuh kemajemukan.

"Dengan mengisi kemerdekaan ini melalui kedamaian, maka itu menunjukkan karakter yang berkepribadian baik sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945. Nilai-nilai empat pilar kebangsaan harus mampu menjadi kesatuan bangsa pada era pandemi ini," imbuhnya.

Ketuqa MPR Bambang Soesatyo menambahkan, dalam konsepsi pembangunan nasional, gender dan pemberdayaan perempuan adalah bagian dari meningkatkan kualitas generasi bangsa.

"Tak berlebihan kalau ada ungkapan mendidik seorang perempuan sama dengan mendidik sebuah bangsa," ujarnya. (Ant/OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Wong Cilik Paling Cemas Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Pokok

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 Juli 2020, 15:47 WIB
warga yang berpenghasilan rendah atau disebut wong cilik mengaku paling cemas tidak bisa penuhi kebutuhan pokok sehari-hari karena...
AFP

Gempa Jepara-Banten, Lempeng Indo-Australia Generator Gempa Kuat

👤Zubaedah Hanum 🕔Selasa 07 Juli 2020, 15:05 WIB
Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia,...
Ilustrasi

Aktivitas Manusia yang Merusak Picu Munculnya Penyakit Zoonosis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Juli 2020, 14:50 WIB
Berdasarkan data sejak 1940-2000, sekitar 70% penyakit infeksius baru yang muncul di dunia berasal dari satwa liar atau zoonotic...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya