Selasa 30 Juni 2020, 23:28 WIB

Stafsus Mendagri: Pilkada di Masa Pandemi Ujian bagi Petahana

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Stafsus Mendagri: Pilkada di Masa Pandemi Ujian bagi Petahana

Dok. Kemendagri
Staf khusus Mendagri Kastorius Sinaga saat mengikuti webinar

 

ANGGAPAN bahwa Pilkada Serentak 9 Desember akan menguntungkan pasangan petahana adalah keliru dan tidak didasarkan pada dinamika persoalan masyarakat di masa pandemi Covid-19. 

Pasangan petahana di daerah justru menghadapi ujian kepemimpinan yang lebih berat dalam Pilkada 2020 karena masyarakat secara nyata dapat menilai kemampuan mereka dalam menangani krisis yang terjadi saat ini.

Hal ini dikatakan oleh Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Kastorius Sinaga dalam dua kesempatan sebagai pembicara pada webinar yang berbeda, Selasa (30/6), yakni webinar bertema Dialog Pelaksanaan Pilkada Serentak di Tengah Covid-19 yang diselenggarakan oleh Kemendagri dan PBHI Jakartaserta webinar bertema Haruskah Pilkada Serentak Dilaksanakan 9 Desember 2020 yang diselenggarakan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Provinsi Sumatera Selatan

"Pilkada Serentak 2020 merupakan ujian kepemimpinan bagi para kontestan, terutama untuk petahana, untuk dapat membuktikan mereka mampu memimpin dalam situasi tidak normal," kata Kastorius, yang pada 1999 menjadi salah satu dari Tim 11 yang mempersiapkan Pemilu demokratis pertama kali setelah jatuhnya rezim Orde Baru.

Kastorius mengatakan justru pada Pilkada kali ini pemilih akan sangat kritis menilai kepemimpinan para petahana dalam mengatasi krisis yang terjadi karena Covid-19 di daerahnya.

Baca juga : NasDem Apresiasi Peran dan Sumbangsih Polri Selama Pandemi

"Pilkada ini kita harapkan menghasilkan kualitas pemimpin yang genuine, bukan karbitan, bukan hanya bisa memimpin di masa enak tetapi di masa sulit. Sehingga watak yang sejati muncul. Apakah dia memimpin untuk orang banyak atau hanya untuk dirinya sendiri," kata Kastorius.

Kastorius mengutip pemikiran Futurolog AS berdarah Jepang, Francis Fukuyama, tentang ciri-ciri negara yang berhasil mengatasi Pandemi Covid-19. Menurut  Kastorius, Fukuyama mngatakan ada tiga unsur penting, yaitu pertama, kemampuan negara menyediakan sistem dan faslilitas kesehatan. 

Kedua, adanya social trust atau kepercayaan sosial yang menyebabkan masyarakat percaya dan menaati arahan pemerintahnya. Ketiga, faktor kepemimpinan (leadership) yang menggerakkan upaya menanggulangi pandemi COVID-19.

"Faktor leadership ini lah nantinya yang akan dinilai oleh pemilih dalam Pilkada, Pemilih akan melihat bagaimana kepemimpinan petahana dalam menghadapi COVID- 19. Apakah akan memiliki terobosan inovatif, atau hanya mengambil keuntungan dari keadaan," kata Kastorius. 

"Apa program kandidat tersebut terhadap pemulihan ekonomi di daerahnya. Karena bila terjadi pemulihan di daerah, akan berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional," pungkas Kastorius. (RO/OL-7) 

Baca Juga

ADAM DWI/MI.

Pembinaan Indeologi Pancasila Butuh Landasan Hukum Kuat

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:25 WIB
Pengaturan PIP dalam undang undang merupakan langkah maju dalam proses pembumian...
ANTARA

Upacara HUT RI ke-75 akan Dibuat Minimalis, Ini Simulasinya

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:24 WIB
Jumlah petugas pengibar bendera yang dilibatkan hanya tiga orang. Begitu pun dalam ritual penurunan bendera beberapa jam...
 MI/Susanto

Pemilu Serentak Gagal Capai Tujuan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:41 WIB
Banyak hal yang diasumsikan akan terlaksana dengan pemilu serentak ternyata berjalan sebaliknya. Salah satunya soal efek ekor...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya