Selasa 30 Juni 2020, 22:29 WIB

Kementan Pastikan Hewan Kurban ASUH Bagi Masyarakat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Pastikan Hewan Kurban ASUH Bagi Masyarakat

DOK KEMENTAN

 

Dalam Upaya penjaminan kesehatan, keamanan, dan kelayakan daging kurban pada pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1441 H (2020 M), Kementan terus meningkatkan pengawasan teknis kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner hewan kurban. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan I Ketut Diarmita saat membuka Program Bertani on Cloud Vol.22 dengan Topik Pelatihan Juru Sembelih Halal (30/.6).

Menurutnya dalam proses penyembelihan hewan kurban harus memenuhi dua aspek sekaligus. Yakni aspek kehalalan dan aspek Kesejahteraan Hewan (Kesrawan). Kedua aspek tersebut sejalan dengan persyaratan prinsip dasar penyembelihan sehingga peran juru sembelih menjadi sangat penting dalam memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar memenuhi persyaratan syariat Islam.

“Hari Raya Idul Adha sebentar lagi, jadi, sangat penting sekali membekali para juru sembelih halal (Juleha) tersebut apalagi di tengah wabah pandemi covid-19 dengan memperhatikan  protokol kesehatan,” kata Ketut.

Baca Juga: Kementan Keluarkan SE tentang Pelaksanaan Kurban Saat Pandemi

Untuk itu, Kementan telah melakukan serangkaian upaya mulai dari penyediaan regulasi, sosialisasi, pembinaan dan juga akan terlibat dalam pemeriksaan serta pengawasan daging dan hewan kurban.

“Kementan berkomitmen memastikan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Indonesia dapat memenuhi persyaratan teknis dalam rangka menjamin daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat sesuai kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal  (ASUH),’’ tegas Ketut.

Pelatihan juru sembelih halal (Juleha)
Ketut menambahkan berbagai pelatihan dan sosialisasi tentang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban kepada masyarakat ini sangat penting untuk dilakukan secara massif. Ini untuk mengedukasi masyarakat, khususnya bagi panitia kurban, terkait penanganan hewan kurban, penyembelihan halal, dan penanganan daging kurban yang higienis baik melalui berbagai media secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga: Kementan: 455.318 Ayam Peternak Mandiri Dibeli Mitra Peternak

Ia menambahkan terlebih dengan adanya Pandemi Covid-19 saat di mana dilakukan pembatasan sosial (social distancing), pelatihan dan sosialisasi memanfaatkan beraneka ragam aplikasi dan sarana multimedia sehingga informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Di Indonesia panduan tentang penyembelihan yang halal mengacu pada tiga regulasi utama, yaitu: 1) Halal Assurance System (HAS) 23103, Guideline of Halal Assurance System Criteria on Slaughterhouses; 2) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 196 Tahun 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Golongan Pokok Jasa Penunjang Peternakan Bidang Penyembelihan Hewan Halal; dan 3) Standar Nasional Indonesia (SNI) 99002:2016 tentang Pemotongan Halal pada Unggas.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif menjelaskan titik kritis yang dapat menyebabkan daging menjadi tidak halal adalah cara penyembelihan hewan yang tidak sesuai dengan syariah agama Islam. Proses penyembelihan harus cepat, sekali ayun, dan memotong 3 saluran yaitu: hulqum, mar’i, dan wadjadain atau saluran nafas (trachea), saluran makan (esofagus) dan pembuluh darah kiri dan kanan yang ada di bagian leher (arteri carotis comunis).

Selain itu, Syamsul juga menambahkan persyaratan prinsip dasar penyembelihan harus dilakukan yakni penanganan ternak yang baik, penggunaan pisau yang tajam, teknik penyembelihan yang cepat dan tepat. Satu kali penyembelihan sehingga tidak menginduksi kesakitan yang berlebihan, pengeluaran darah yang tuntas, serta kematian yang sempurna.

“Kecakapan Juru sembelih dapat berpengaruh terhadap kualitas daging dan kehalalan daging kurban,” tutur Syamsul.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian, menyampaikan program Bertani on Cloud yang merupakan program hasil pengembangan pelatihan e-learning yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan bersama, baik teori maupun praktek dalam menciptakan SDM Pertanian khususnya pelatihan Juleha yang berkualitas dan professional secara berkelanjutan.

“Ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi juru sembelih yang kompeten memahami kaidah penyembelihan sesuai dengan kaidah Islam,” harapnya. (RO/OL-10)

 

Baca Juga

Antara

IHSG Bakal Menguat Pekan Depan, Ini Sentimen-Sentimen Penentunya

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 12 Juli 2020, 14:43 WIB
Perkembangan penelitian obat dan vaksin covid-19 memberikan sentimen positif pada pasar...
Ist/Kementan

Gubernur Sumbar: Pertanian Jadi Prioritas Pembangunan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 12 Juli 2020, 14:07 WIB
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga mengatakan bahwa pertanian menjadi salah satu prioritas dalam membangun Provinsi...
ANTARA

Kemenperin Dorong Daur Ulang Kertas Jadi Bahan Baku Industri

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 12 Juli 2020, 11:30 WIB
Laju kebutuhan kertas di pasar global semakin besar hingga 2% per tahun sehingga menjadikan sektor industri kertas cukup potensial untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya