Selasa 30 Juni 2020, 16:40 WIB

UGM Ubah Feses Domba Jadi Briket Biomassa

Ardi T Hardi | Humaniora
UGM Ubah Feses Domba Jadi Briket Biomassa

Antara
Peternakan domba dan kambing di pedesaan menghasilkan feses yang melimpah, sayang belum dioptimalkan dengan baik..

 

TIM Biogama UGM berinovasi teknologi tepat guna berbasis energi baru berjudul Konversi Biochar Feses Kambing-Domba Menjadi Briket Biomassa. Tim ini terdiri dari Khoiruddin Anshori, Hana Widiwati (angkatan 2017) dan Alifia Safputeri (2018) dengan pembimbing Dr Eko Agus Suyono.

"Inovasi ini menjadi solusi sumber panen energi limbah peternakan dan dapat mengembangkan potensi desa di Indonesia, " terang Hanna lewat siaran pers dari Humas UGM, Selasa (30/6).

Hana menceritakan, ide inovasi tersebut didasarkan pada banyaknya populasi kambing-domba di Indonesia. Akibatnya, produksi limbah peternakan juga tinggi, termasuk feses kambing-domba.

"Konversi kotoran kambing-domba menjadi briket biomassa menjadi solusi alternatif mengurai peroalan limbah peternakan," kata dia.

Feses kambing-domba memiliki biomassa yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan. Proses pemanenan energi dari biomassa dapat dilakukan dengan cepat menggunakan teknologi pirolisis.

Prosedur pembuatan briket biomassa diawali dengan penumbukan kotoran. Hasilnya kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.

Selanjutnya, hasil tumbukan feses yang sudah kering dimasukan kedalam reaktor pirolisis untuk mendapatkan biochar. Biochar lalu dicampur dengan adonan pati, dicetak, dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

"Briket biomassa yang dihasilkan tersebut memiliki energi yang hampir setara dengan bahan bakar fosil," jelasnya. Briket biomassa dari kotoran kambing-domba ini juga memiliki nilai ekonomi yang dapat menambah pendapatan peternak.

Untuk menekan biaya produksi, pembuatan briket selanjutnya bisa memakai kembali bio oil yang dihasilkan dalam proses pirolisis sebagai bahan bakar dalam reaktor pirolisis.

Karya ilmiah briket biomassa dari feses kambing-domba tersebut diikutkan dalam lomba Karya Tulis ilmiah Nasional 2020 diselenggarakan Universitas Riau pada 31 Januari 2020.

Tim Biogama tersebut meraih juara 1. Mereka berhasil menyisihkan 17 tim lain dari berbagai universitas di Indonesia. (OL-13)

Baca Juga

AFP/Olivier MORIN

Paus Orca Muncul di Beberapa Lokasi Perairan Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 07:19 WIB
Tercatat kemunculan paus orca pertama kali terlihat pada April 2020 di perairan Anambas, Kepulauan...
Antara

Program Studi Berbau Bisnis masih Jadi Favorit di Politeknik

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 07:05 WIB
Masyarakat menganggap kebutuhan akan alumni prodi favorit itu banyak...
 MI/ANDRI WIDIYANTO

Pemerintah Dituntut Segera Atasi Dampak Covid-19

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:44 WIB
Indonesia memerlukan pertumbuhan lapangan kerja yang luar biasa besar untuk bangkit dari krisis akibat covid-19. Untuk itu, diperlukan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya