Selasa 30 Juni 2020, 14:57 WIB

Menkeu: Dibandingkan Negara Lain, Ekonomi Indonesia Lebih Baik

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu: Dibandingkan Negara Lain, Ekonomi Indonesia Lebih Baik

Antara/Wahyu Putro
Menkeu Sri Mulyani berbincang dengan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin sebelum rapat kabinet.

 

PANDEMI covid-19 telah mengguncang perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi sejumlah negara maju bahkan terancam kontraksi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menilai ekonomi Indonesia secara menyeluruh masih lebih baik dibandingkan negara lain. Walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 diprediksi minus 3,8%.

"Estimasi di Amerika negatif mendekati 10%, Inggris minus 15%, Jerman kontraksi 11%, Perancis minusnya bahkan sampai 17%, Jepang 8%. Bahkan, India yang selama ini dianggap pertumbuhannya tinggi, kontraksinya bisa mencapai 12%," papar Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Selasa (30/6).

Baca juga: Jokowi: Tujuh Perusahaan Segera Relokasi Pabrik ke Indonesia

"Ini yang menjadi tantangan bagi kita semua. Bahwa Indonesia akan terpengaruh. Kita melakukan berbagai langkah pencegahan covid-19, yang kemudian memengaruhi ekonomi di kuartal II 2020. Estimasi kami (pertumbuhan ekonomi) minus 3,8%. Bayangkan dengan negara maju tadi," imbuhnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menyebut prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,8% pada kuartal II 2020, mengacu kalkulasi sejumlah indikator. Namun, realisasi pertumbuhan ekonomi baru kuartal II 2020 bisa terlihat setelah periode itu usai.

"Tentu kita akan melihat pada saat BPS (Badan Pusat Statistik) menyampaikan angka kuartal II 2020 di Agustus mendatang," jelas Ani.

Baca juga: BI: Ekonomi Mulai Membaik Pada Semester II 2020

Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia, Vid Adrison, menuturkan pertumbuhan ekonomi nasional tergolong baik secara keseluruhan. Akan tetapi, sulit diprediksi saat pandemi covid-19 melanda.

Lebih lanjut, dia menyatakan ada tiga syarat utama agar roda perekonomian kembali berputar. "Pertama, seberapa lama covid-19 akan menyebar terus, kapan kita bisa menghentikan. Kedua, seberapa banyak porsi masyarakat yang income-nya bergantung aktivitas fisik. Ketiga, efektivitas dari kebijakan pemerintah," urai Vid.(OL-11)

 

Baca Juga

MI/BARRYFATHAHILLAH

Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja Kena Dampak Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 15 Juli 2020, 11:04 WIB
BKPM membuat strategi salah satunya ialah membentuk Satuan Tugas (Satgas) realisasi investasi yang telah berhasil mengawal 7 perusahaan...
Dok: SKK Migas

SKK Migas Beri Insentif pada KKKS untuk Tingkatkan Investasi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 15 Juli 2020, 10:23 WIB
Kebijakan pemberian insentif berupa penundaan penyetoran Dana ASR diupayakan SKK Migas untuk menjaga stabilitas keuangan dan operasional...
AFP/Johannes Eiselle

Dow Jones Naik 500 Poin, Ada Harapan IHSG Lanjutkan Penguatan

👤Raja Suhud 🕔Rabu 15 Juli 2020, 08:51 WIB
Kenaikan indeks Wall Street ini biasanya diikuti oleh kenaikan bursa di beberapa negara lainnya. Indeks Nikei 225 Tokyo pagi ini telah naik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya