Selasa 30 Juni 2020, 14:31 WIB

Rhoma Irama tak Terima Dituding Langgar PSBB

Tri Subarkah | Megapolitan
Rhoma Irama tak Terima Dituding Langgar PSBB

MI/Andri Widiyanto
Penyanyi dangdut Rhoma Irama

 

RAJA dangdut Rhoma Irama merasa dipojokkan terkait penampilannya saat memenuhi undangan resepsi khitanan salah satu tokoh masyarakat Bogor, Surya Atmaja, pada Minggu (28/6) lalu. Rhoma membela diri dengan menyebut tidak ada penampilan Grup Soneta saat itu.

"Jadi saya datang lah sendirian, juga pakai baju sederhana aja, nggak pakai jas, nggak pakai batik, karena undangan Pak Surya itu ya kita kumpul-kumpul aja," ucapnya melalui video yang diunggah melalui akun instagram @rhoma_official, Senin (29/6).

Rhoma tidak terima apabila dirinya harus diproses secara hukum karena dinilai telah melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Bogor. Menurut Rhoma, hal tersebut aneh dan tidak adil baginya. Sebab sebelum naik ke atas panggung, rangkaian acara sudah berlangsung.

"Seandainya mau diproses secara hukum, tentunya kan Ibu Bupati (Ade Yasin) yang punya wilayah, begitu berdiri panggung itu, kan sejak hari Sabtu mestinya dilarang kalau memang tidak boleh, bahkan malamnya ada wayang golek, mestinya dilarang, terus paginya ada penampilan musik, mestinya dilarang," tegas Rhoma.

Alasan dirinya sampai ke atas panggung, terang Rhoma, adalah untuk memenuhi permintaan Surya memberikan tausiah. Namun, ia tak kuasa saat penonton pada akhirnya memintanya untuk bernyanyi.

"Di panggung itu ketika saya memberikan tausiah singkat, pasti saya didaulat, 'Nyanyi! Nyanyi!' Ya saya menyanyilah, satu dua lagu, kan sesuatu yang wajar sekali," paparnya.

Baca juga: Soal Tudingan Bupati Bogor, Rhoma Irama: Unfair

Bahkan, Rhoma mengatakan saat tiba di lokasi, naik ke atas panggung, sampai selesai acara, dirinya didampingi secara ketat oleh aparat keamanan.

Dalam acara Primetime News Metro TV yang disiarkan Senin (29/6), Rhoma menyebut kejadian tersebut sebagai 'by accident'. Ia menilai terlepas dari dirinya memberikan tausiah atau bernyanyi, pada kenyataannya masyarakat tetap saja berkumpul.

"Kalau saya mau tampil, saya ini raja dangdut, saya punya pakaian kebesaran, pasti saya pakai pakaian kebesaran saya. Nah itu namanya saya melanggar," ungkap Rhoma.

Rhoma menekankan peristiwa tersebut tidak akan terjadi apabila Ade selaku Ketua Gugus Tugas Kabupaten Bogor bertindak serius dengan melarang acara sebelumnya. Terlebih, pemasangan panggung sudah dilakukan dua hari sebelum acara.

"Kalau peduli, dilarang dong. Jangan ada panggung, jangan ada golek, jangan ada musik. Kenapa dibiarkan berlanjut? Bahkan hari Minggu itu sampai malam masih ada musik. Kenapa di-ending-nya yang dipersoalkan?" tukas Rhoma.

Pada kesempatan yang sama, Ade mengatakan akan menyerahkan kelanjutan proses ke aparat hukum. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil penyelenggara acara secara persuasif. Menurutnya, semua pihak sudah dewasa sehingga tidak perlu saling menyalahkan.

"Kalau surat itu sudah saya sampaikan, termasuk juga tembusan, dan di situ dengan tegas dan jelas melarang acara dan segala jenis bentuk hiburan lainnya, dan itu sudah direspon. Ketika surat itu direspon, tidak akan lagi diadakan acara, ya kami pikir itu sudah cukup, kami anggap masyarakat sudah dewasa," pungkas Ade.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Arif Firmansyah

BPTJ Minta Masyarakat Bijak Bertransportasi Saat Pandemi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 14 Juli 2020, 06:48 WIB
“Transportasi pada masa pandemi tidak mungkin dapat melayani masyarakat dengan protokol kesehatan yang memadai jika demand-nya masih...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bus Alternatif untuk Penumpang KRL Jadi Reguler Mulai Agustus

👤Antara, Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 14 Juli 2020, 06:15 WIB
"Bentuk layanan nantinya adalah Bus Jabodetabek Residential Connexion (JR Conn) dengan rute point to...
ANTARA/Risky Andrianto

Transportasi Publik di Soekarno-Hatta Wajib Disemprot Disinfektan

👤Antara 🕔Selasa 14 Juli 2020, 05:59 WIB
"Standar prosedur yang ditetapkan perseroan harus dipenuhi operator transportasi publik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya