Selasa 30 Juni 2020, 14:25 WIB

Tajir Dorong UMKM Berbasis Lokal Bangkitkan Ekonomi Nasional

mediaindonesia.com | Ekonomi
Tajir Dorong UMKM Berbasis Lokal Bangkitkan Ekonomi Nasional

Istimewa
Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta.

 

PANDEMI Covid-19, memukul mundur sektor ekonomi secara global. Lini bisnis dengan kapital besar, ikut terdampak pandemi, terutama yang melibatkan aktivitas tatap muka dan melancong. Proyeksi yang dipaparkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Mei lalu, menyatakan sektor pariwisata dalam negeri merugi hingga US$2 milyar.

UMKM juga ikut terdampak cukup signifikan ada di UMKM unit makanan dan minuman (27%) dan unit usaha kerajinan kayu dan rotan (17,03%). Meski demikian, rekam jejak UMKM dalam rantai ekonomi nasional, sempat dinarasikan sebagai harapan bagi rakyat dalam kondisi saat ini, dengan memberdayakan kanal daring.

Berbekal harapan tersebut, Tajir berkolaborasi dengan Wardah merancang program Kita Tajir Bareng bagi para pelaku UKM/UMKM muslim Indonesia untuk berkontribusi membangkitkan ekonomi nasional berbasis lokal melalui sistem ekonomi syariah.

"Kita Tajir Bareng sebetulnya direncanakan akan dilangsungkan mulai Maret 2020, tapi qadarullah ada banjir di lokasi yang sudah kita booking, kemudian ada covid-19. Karena ada himbauan physical distancing, maka program kita rancang ulang disesuaikan dengan kondisi sekarang," ungkap Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/6).

Gerakan Tajir Bareng, jelas Tito, untuk perdana ditargetkan antara 200-300 UKM/UMKM dapat ikut dalam program ini. Program ini membuka pendafaran bagi para pelaku UKM/UMKM muslim sebanyak-banyaknya untuk kemudian dikurasi dan diikutsertakan dalam program pelatihan dan pembinaan yang nantinya akan bermuara pada akses permodalan.

Pelatihan dan pembinaan meliputi konsep, model, hingga optimalisasi bisnis dalam memperbesar peluang pemasaran melalui ekosistem terintegrasi di bawah payung Tajir. Program pelatihan akan dilakukan secara online bekerjasama dengan Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI). Rangkaian pelatihan dan pembinaan, insyaAllah akan bermuara pada akses permodalan usaha.

Pendiri Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), Yoso Lukito mengatakan, tujuan bisnis selain ada empat, startup, growth up, duplicate, product potential, baru investor datang ke pelaku UMKM.

Pendaftaran secara resmi dibuka pada 27 Juni 2020 usai peluncuran acara melalui situs resmi Tajir di https://tajir.co.id/bekal/register.

Kita Tajir Bareng sendiri merupakan langkah kedua dari rangkaian gerakan muamalah ekonomi syariah Tajir, di mana sebelumnya telah dibuka melalui kegiatan Takjub Akbar pada 19 Januari 2020. Melalui rangkaian program yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah ini, Tajir berharap dapat ikut berkontribusi kepada Tanah Air dalam menanamkan optimisme di tengah pandemi. (OL-13)

Baca Juga: Relaksasi Kredit UMKM Dipercepat

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

FIKSI 2020 Lahirkan Calon Wirausahawan Muda Indonesia

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 00:25 WIB
Meski di tengah situasi pandemi Covid-19, para peserta FIKSI 2020 telah menghasilkan rencana bisnis dan rintisan usaha-usaha...
Antara

Presiden Optimistis Perekonomian Lekas Membaik, Ini Indikatornya

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:35 WIB
"Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini Insyaallah mampu...
ANTARA/Abriawan Abhe

Tiga Bulan, Tripartit Nasional Bahas RPP Turunan UU Ciptaker

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:30 WIB
Saat ini pemerintah bersama Tripartit Nasional (perwakilan pemerintah, pengusaha, dan SP/SB) dan akademisi telah mulai membahas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya