Selasa 30 Juni 2020, 14:21 WIB

UGM Dukung Kementan Perkuat Diversifikasi Pangan Lokal

mediaindonesia.com | Ekonomi
UGM Dukung Kementan Perkuat Diversifikasi Pangan Lokal

Ist/Kementan
Panganan lokal sagu adalah salah satu dari bagian diversifikasi pangan yang dikembangkan Kementan.

 

DEKAN Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Eni Harmayani, mendukung diversifikasi pangan lokal yang digelorakan Kementerian Pertanian (Kementan) di masa pandemi Covid 19.

Menurut Eni, panganan lokal sangat bagus diterapkan karena diproduksi dan dikembangkan masyarakatnya sesuai dengan potensi sumber daya wilayah dan budaya setempatnya. Terlebih Indonesia merupakan negara yang dikaruniai pangan lokal berlimpah.

"Kita perlu mengidentifikasi dan memberikan inovasi bagi pangan lokal yang memiliki dampak besar bagi ketahanan pangan nasional," ujar Eni dalam Webminar Nasional bertema 'Pangan di Era New Nomal', Senin (29/6).

Namun begitu, Eni berharap Kementan terus memperhatikan sustainable food dengan tujuan utamanya bukan pada sisi pengembangan saja. Pangan yang diproduksi, juga diproses dan diperdagangkan dengan memasukan beberapa aspek.

"Kita harus melihat apakah  pangan tersebut berkontribusi pada perekonomian lokal dan kesejahteraan yang berkesinambungan," terang Eni.

Makanya, Eni mengatakan semua pihak harus turut terlibat, terutama dalam melakukan proteksi keanekarahaman tumbuhan dan hewan, serta mencegah kepunahan sumber daya alam dan berkontribusi dalam perbaikan iklim.

"Yang terakhir, pangan lokal juga harus memberikan manfaat sosial, seperti produk pangan yang berkualitas, aman dan sehat serta mampu menjadi media edukasi," katanya.

Disisi lain, tantangan pengembangan diversivikasi pangan harus betul-betul dihadapi dengan berbagai inovasi. Eni menilai, hanya sebagian kecil jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan.

Misalnya, lanjut Eni, hanya ada tiga jenis saja bahan pertanian pokok yang dimanfaatkan dan memberikan kontribusi 60% total kalori makanan yang dikonsumsi. Sedangkan untuk saat ini, hanya 120 spesies yang dimanfaakan dan menyumbangkan 90% total kalori makanan konsumsi.

Oleh karena itu, terdapat empat stategi yang bisa dilakukan untuk mengembangkan pangan lokal. Pertama dengan cara mempromosikan teknik proses dan penyimpanan pangan lokal secarta kecil. Kedua penanganan pasca panen agar kandungan gizi terap terjaga.

"Kemudian, pengembangan agroindustru skala kecil yang mampu membantu pemasaran bagi petani kecil untuk meningkatkan pendapatan. Terkahir kita harus memperkuat pengetahuan mengenai pangan lokal," tutupnya. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Rivan Awal

Erick Thohir Perbesar Komposisi Perempuan di BUMN

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 19:15 WIB
Alexandra W Askandar yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Corporate Bank Mandiri diangkat menjadi Wakil Direktur...
MI/M Iqbal Al Machmudi

Pelni Tambah Satu Kapal Tol Laut ke Morotai

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 19:07 WIB
Masuknya KM Lognus 6 ke Morotai dapat menjawab kebutuhan pengusaha lokal Morotai yang belakangan semakin...
DOK KEMENTAN

Kementan Ungkap Strategi Pengembangan SDM di Webinar UGM

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:59 WIB
Mentan SYL mengatakan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci mewujudkan pembangunan pertanian di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya