Selasa 30 Juni 2020, 16:30 WIB

Google Mulai Perketat Iklan terkait Pemilu AS

Mediaindonesia.com | Internasional
Google Mulai Perketat Iklan terkait Pemilu AS

ANTARA
Logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019).

 

ALPHABET INC, perusahaan induk Google, mengatakan sudah menghapus pencarian iklan yang meminta bayaran dari para pemilih, bertujuan untuk mendapatkan informasi pribadi terkait pemilihan umum di Amerika Serikat.

Juru bicara Google, Selasa (30/6), mengatakan lembaga nirlaba Tech Transparency Project masih menemukan iklan-iklan yang melanggar kebijakan mereka, dengan kata kunci antara lain "daftar untuk memilih", "memilih lewat email" dan "di mana letak TPS saya".

Baca juga: WHO: Penularan Covid-19 Semakin Cepat

Tech Transparency Project melaporkan hampir sepertiga dari lebih 600 iklan yang ditemukan di Google Search membawa pengguna ke situs-situs yang meminta bayaran untuk mengambil data pribadi, memasang ekstensi berbahaya di peramban atau memberikan iklan menyesatkan lainnya,

Google menyatakan mereka belum mengetahui bagaimana iklan tersebut bisa lolos karena mereka meninjau secara otomatis maupun manual.

"Kami memiliki kebijakan yang ketat untuk melindungi pengguna dari informasi palsu tentang prosedur pemungutan suara dan jika menemukan iklan yang melanggar kebijakan kami serta berbahaya untuk pengguna, kami menghapus dan memblokir pengiklan untuk memasang iklan serupa," kata Google.

Para penyelenggara platform media sosial diminta untuk mengatasi misinformasi menjelang Pemilu Presiden di Amerika Serikat pada November mendatang. (Ant/OL-6)

Baca Juga

Ed JONES / AFP

Sempat Hilang, Wali Kota Seoul Ditemukan Meninggal

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 10 Juli 2020, 05:22 WIB
Polisi melaporkan mayat Park Won-soon di dekat restoran tradisional di perbukitan hutan di Seoul utara, lebih dari tujuh jam setelah...
AFP

Warga Singapura Bersiap Berikan Suara Mereka

👤MI 🕔Jumat 10 Juli 2020, 00:55 WIB
SEKITAR 1.100 tempat pemungutan suara disiapkan di berbagai tempat di Singapura untuk 2,65 juta warga yang akan memberikan...
AFP

Penduduk Melbourne Dikarantina 6 Minggu

👤MI 🕔Jumat 10 Juli 2020, 00:35 WIB
SEKITAR 5 juta warga Melbourne, kota terbesar kedua di Australia, kemarin mulai menjalani karantina atau penutupan wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya