Selasa 30 Juni 2020, 12:30 WIB

Ini Tips Memilih Parfum di Era Kenormalan Baru

Fetry Wuryasti | Weekend
Ini Tips Memilih Parfum di Era Kenormalan Baru

Unsplash/ Jessica Weiller
Parfum

BEBERAPA negara di dunia, termasuk Indonesia sudah mulai melonggarkan wajib karantina mandiri bagi penduduknya. Beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan pun telah beraktivitas normal.

Tapi, berkunjung ke butik/mal untuk mencoba produk-produk kecantikan dirasa masih riskan, terutama parfum. Sebab, tidak seperti lipstik atau foundation yang terlihat, membeli parfum bisa jadi lebih sulit karena umumnya orang menyemprotkan dan mencium baunya satu per satu.

Belanja untuk parfum baru, kata Anne-Lise Cremona, CEO parfum Perancis Henry Jacques, menjadi lebih sulit. Sebab, satu-satunya cara untuk mengenal aroma adalah dengan menarik napas dalam-dalam  dan bagaimana Anda bereaksi terhadapnya.

"Berbelanja untuk aroma adalah pengalaman. Tidak ada yang absolut (dalam hal berbelanja aroma) meskipun ada beberapa bahan dan parfum yang disukai secara universal, seperti white musk dan mawar. Aroma baru sangat mengandalkan ingatan dan emosi Anda," kata Anne-Lise Cremona, seperti dikutip dari channelnewsasia.

Namun, ada beberapa kiat jika Anda ke mal atau mempertimbangkan opsi virtual, dengan tetap memberi efek rasa hampir sama saat mencoba produk kecantikan yang menjadi kesenangan tersendiri dalam berbelanja.

Pertama, kata Anne, tetap berpegang pada wewangian kesukaan Anda, baik dengan parfum yang sama, atau aroma yang disukai secara universal. Jika Anda ingin sedikit lebih berani, cobalah dan kenali bahan-bahan utama yang Anda sukai dan berpatokan pada bau itu, seperti nilam dan cendana.

Beli botol mini alih-alih botol berukuran penuh untuk mencoba aroma baru, sehingga Anda tidak akan menyesal setelah membeli seandainya aroma itu tidak cocok.

Bila membeli parfum lewat online, beberapa toko parfum artisan menawarkan layanan tambahan tetapi yang bisa lebih aman.

Selama pandemi ini, label artisan parfum Singapura, Jason Lee, Six, menawarkan opsi untuk pertemuan virtual lewat zoom, untuk mengetahui preferensi kesukaan klien dan harapan aroma yang ada dalam pikirannya.

"Mencari tahu tentang kebiasaan gaya hidup klien juga merupakan bagian dari protokol, karena itu berdampak pada pilihan aroma yang akan bekerja untuk mereka," kata Lee.

Misalnya, seseorang mungkin memerlukan aroma yang memiliki daya tahan lebih lama. Seorang eksekutif yang kuat yang ingin meninggalkan kesan abadi mungkin memilih aroma yang meninggalkan jejak untuk waktu lama setelah dia meninggalkan ruangan.

"Saya juga bertanya produk wangi apa yang saat ini digunakan," kata Lee. Favorit saat ini dan kebiasaan lama menawarkan informasi yang dapat diandalkan untuk catatan kepada bahan-bahan yang membentuk aroma.

Pada akhirnya, seseorang benar-benar perlu mencium produk secara fisik. Jadi berdasarkan informasi yang diperoleh dari sesi pembuatan profil, baru kemudian rekomendasi aroma dibuat. Contoh kartu/kertas aroma yang mengandung wewangian yang direkomendasikan akan dikirim ke klien untuk uji pendahuluan.

"Jika klien lebih memilih untuk mengevaluasi (aroma) pada kulit mereka, kami juga dapat mengatur botol mini aroma yang akan dikirim," kata Lee. (M-4)

 

 

Baca Juga

Dok KCCI

KKCI Hadirkan Tips K-Beauty untuk Perempuan Sawo Matang

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 05:50 WIB
Kunci dari dandanan ala Korea adalah agar wajah tampak sehat dan...
CDC

Varian Terbaru Virus Korona Dominasi Infeksi Global

👤Abdillah Marzuqi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:50 WIB
Varian tersebut diduga tidak membuat pasien lebih sakit dibanding virus...
Unsplash/ Lauren Fleischman

New Normal di Bisnis Penyewaan Busana

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 10 Juli 2020, 19:30 WIB
Busana yang disewakan kini juga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya