Selasa 30 Juni 2020, 11:56 WIB

Risma Sebut Susah Komunikasi, Dirut RSUD dr Soetomo Membantah

Henri Siagian | Nusantara
Risma Sebut Susah Komunikasi, Dirut RSUD dr Soetomo Membantah

Antara
Petugas melintas di depan pintu masuk Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUD Dokter Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

 

DIREKTUR Utama RSUD dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Joni Wahyuhadi membantah sulit diajak komunikasi oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma.

Hanya saja, dia mengaku tidak mungkin untuk menghubungi Risma untuk berkomunikasi. "KTP saya juga Surabaya lho. Kalau saya telepon Ibu Wali Kota kan tidak mungkin, sebab saya rakyat biasa. Kecuali, ajudan Ibu Wali Kota menelepon saya, baru saya berani bicara di telepon. Tapi yang pasti hubungan selama ini baik dan saya sangat menghargai beliau," katanya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (29/6) malam.

Baca juga: Risma Ingin PSBB Surabaya tak Diperpanjang

Joni menyebutkan selama ini hubungan antara RSUD dr Soetomo dan Pemerintah Kota Surabaya baik-baik saja.

"RSUD dr Soetomo selama ini selalu menerima Pemkot Surabaya dengan baik dan tangan terbuka. Sebelumnya koordinasi juga dilakukan di ruang rapat RSUD dr Soetomo khususnya terkait permasalahan covid-19 dan tracing," ujarnya.

Baca juga: Selain Risma. Khofifah Juga Telepon Doni Monardo soal Mobil Lab

Selain itu, setiap sore pihaknya selalu berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan 37 daerah lainnya terkait data penyebaran Covid-19 untuk memverifikasi data yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Khofifah Minta Risma Sinergi Tangani Covid-19 di Surabaya

Sebelumnya, Risma sempat mengeluhkan Pemkot Surabaya tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan RSUD dr Soetomo yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jatim.

Risma bahkan sujud dua kali saat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur terkait penanganan Covid-19 di Balai Kota Surabaya pada Senin (29/6) siang.

Kejadian tersebut berawal dari salah satu dokter di RSUD dr Soetomo yang mengeluhkan banyak rumah sakit penuh dan warga Surabaya tidak menaati protokol kesehatan.

Risma juga mengungkapkan penolakan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Pemkot Surabaya oleh RSUD dr Soetomo.

Baca juga: Beginilah Cerita Risma Hingga Bersujud di Kaki Seorang Dokter

Joni menjelaskan, pihaknya bukan menolak bantuan APD dari Pemkot Surabaya. Hanya saja, stok APD di RSUD dr Soetomo masih ada. Sehingga, bantuan APBD itu lebih baik digunakan untuk rumah sakit lain.

Baca juga: Risma Imbau Warganya Terpapar Covid-19 tak Segan Berobat ke RS

"Nanti kalau diterima, kami dipikir serakah. Kami tidak ingin banyak-banyak. Menyimpan di gudang terlalu banyak juga tidak baik dan berisiko. Ada juga yang mau menyumbang uang, kami tidak terima karena memang tidak boleh," ucapnya. (Ant/X-15)

Baca Juga

Antara

Per Hari, Rerata 125 Orang Positif Korona di Sumut

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 10 Juli 2020, 22:49 WIB
Lonjakan kasus positif dalam tiga hari terakhir sangat tidak sebanding dengan jumlah pasien sembuh yang hanya rata-rata 11 orang setiap...
MI/Gabriel Langga

Biaya Rapid Test di Manggarai Barat Mahal

👤John Lewar 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:30 WIB
Para pelajar dan masyarakat umum di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang...
MI/Dwi Apriani

Ratusan Nelayan Muba Diverifikasi Kemen ESDM Konversi BBM ke BBG

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:15 WIB
Verifikasi itu bagian dari program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya