Selasa 30 Juni 2020, 10:52 WIB

Petani Soppeng Memanfaatkan Pekarangan Untuk Demplot

Lina Herlina | Nusantara
Petani Soppeng Memanfaatkan Pekarangan Untuk Demplot

Istimewa
Penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian Marioriawa di Kabupaten Soppeng aktif memberikan pelatihan demplot untuk petani.

 

UNTUK memanfaatkan pengarangan sebagai lahan budidaya di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Seatan, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dari pekarangan, penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Marioriawa, Kabupaten Soppeng menggiatkan demplot (demonstration plotting) budi daya sayuran semi organik sebelum diterapkan di lahan pekaramhan petani maupun milik warga.

Koordinator BPP Marioriawa, Syarifuddin menjelaskan demplot di lingkungan BPP merupakan tempat pembelajaran bagi penyuluh. Demplot penting dilakukan untuk menerapkan teknologi baru budidaya tanaman pangan dan hortikultura sebelum petani, kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) menerapkan di lahan pertanian mereka.

"Kami berterima kasih pada penyuluh BPP Marioriawa, karena sukarela membantu dalam upaya menyediakan sayuran segar untuk konsumsi petugas dan masyarakat,” kata Muhamad Sabir, petani di Desa Panincong yang juga anggota Poktan Iyate, Selasa (30/6).
 
BPP Marioriawa memiliki alat mesin pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan produktivitas pertanian, seperti traktor roda dua (TR2) 320 unit, TR4 sebanyak 23 unit, mesin panen combine harvester 17 unit, mendukung peningkatan hasil panen padi hingga tujuh ton per hektare. 

baca juga: Pemprov Kalsel-Tokopedia Kerja Sama Fitur Pembayaran PBB

Kinerja BPP Marioriawa pun diapresiasi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, A Fajar. Karena penyuluh bisa mengajak petani dan warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam atau beternak.

"Jika setiap keluarga di Soppeng memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam, untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah pandemi Covid-19. Pangan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan mendukung kekebalan tubuh," kata A Fajar.

Penyuluh Pusat, di Kementerian Pertanian RI, Wellyana Sitanggang, selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, kinerja BPP Marioriawa sejalan  dengan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang inisiasi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

"Pangan lokal yang sehat dan bergizi dapat diperoleh dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar kita. Menghadapi pelemahan ekonomi dan dampak pandemi, jawabannya adalah pertanian," katanya menguti pernyataan Syahrul dalam berbagai kesempatan.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi. Ia mengatakan, jika lahan pekarangan dikelola serius dapat menambah pendapatan keluarga. "Bisa dikonsumsi sendiri. Kelebihan hasil bisa dijual," serunya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Yohanes Manasye

Guru Komite Digaji di Bawah Rp500 Ribu, Kepala Sekolah Didemo

👤Yohanes Manasye 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:44 WIB
Para guru menyebutkan, selama masa pandemi Covid-19, sejumlah guru komite digaji secara tidak...
Antara

Tak Bermasker Emil Siapkan Sanksi Denda hingga Kurungan

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:55 WIB
TEMUAN tiga klaster baru di Jawa Barat menjadi cambuk agar penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan demi memutus rantai penularan....
MI/Adi Kristiadi

Covid Melandai Kini DBD Unjukgigi di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:20 WIB
DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya