Selasa 30 Juni 2020, 05:46 WIB

Ada Syarat Khusus Pemakaian Hydroxychloroquine Untuk Covid-19

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Ada Syarat Khusus Pemakaian Hydroxychloroquine Untuk Covid-19

Ulrich Perrey / POOL / AFP
Obat remdesivir yang saat ini juga digunakan untuk pengobatan covid-19

 

PEMAKAIAN obat hydroxycloroquine yang digunakan untuk pengobatan covid-19 harus dengan syarat khusus. Direktur Registrasi Obat (BPOM) Rizka Andalucia mengatakan pemakaian hydroxycloroquine hanya dipakai dalam keadaan darurat. Di Indonesia sendiri, obat tersebut sudah diberikan izin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk beredar namun dengan kriteria tertentu. Di samping hydroxycloroquine, cloroquine, dan dexamethasone merupakan obat yang sudah lama diberikan izin edar oleh BPOM untuk indikasi non-covid dan ketiga obat tersebut termasuk kategori obat keras.

"Hydroxycloroquine ini diberikan oleh BPOM izin penggunaan dalam kondisi emerjensi atau yang kita kenal dengan nama emergency use authorization," ujar Rizka saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (29/6).

Mengenai syarat dan kondisi penggunaan dan kondisi darurat, Rizka menjelaskan bahwa obat tersebut harus dilakukan dengan pengujian uji klinik yang selanjutnya dilakukan pemantauan terhadap keamanan dari obat tersebut.

Kedua, obat tersebut hanya dapat digunakan selama masa pandemi. Ketiga harus dilakukan peninjauan ulang setiap kali terdapat data terbaru terkait efektivitas atau khasiat dan keamanan dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap obat tersebut.

Rizka juga menyampaikan hasil studi dari Universitas Oxford di Inggris yang menyebutnya sebagai recovery trial. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan dari hydroxycloroquine. Berdasarkan studi tersebut, saat ini emergency use authorization untuk hydroxycloroquine sudah diberhentikan oleh WHO dan FDA (Badan POM Amerika Serikat).

"Hasilnya memang menunjukkan tidak bermakna dibandingkan dengan yang tidak diberikan hydroxycloroquine. Tetapi kondisi pasiennya berbeda. Oleh karena itu, untuk sementara waktu kami masih memberlakukan emergency use authorization," terangnya.

Penelitian terkait obat ini akan dilakukan oleh perhimpunan profesi. Ketika hasil dari penelitian tersebut sudah muncul dan terbukti menunjukkan ketidakbermanfaatan emergency use authorization terhadap hydroxycloroquine akan dihentikan.

Menyikapi pengobatan Covid-19, Rizka berpesan kepada masyarakat terkait penggunaan hydroxycloroquine, cloroquine, dan dexamethasone. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan dan mendapatkan obat hydroxycloroquine, cloroquine, maupun dexamethasone secara bebas, harus dengan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter," imbuhnya.

baca juga: Ini Lima Provinsi dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mendapatkan obat tersebut dan tidak melakukan panic buying. Apalagi obat itu tergolong obat keras. obat keras ini hanya dapat dibeli dengan resep dokter dan digunakan sesuai petunjuk dokter.  Masyarakat hanya diperbolehkan mendapatkan obat di farmasi yang legal seperti apotek dan rumah sakit. (OL-3)


 

Baca Juga

Antara

Dosen IPB Temukan Obat Herbal Penurun Asam Urat

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 15 Juli 2020, 11:45 WIB
Obat herbal penurun asam urat ini terbuat dari kombinasi tanaman obat sidaguri, seledri dan...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Aturan Baru, Terawan: Rapid Test untuk Situasi Khusus

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 15 Juli 2020, 11:43 WIB
Adapun situasi khusus yang dimaksud ialah ditujukan kepada pelaku perjalanan, termasuk kedatangan Pekerja Migran Indonesia terutama di...
ANTARA

Edhy Prabowo akan Hibahkan Kapal Ikan Asing ke Kampus Perikanan

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 15 Juli 2020, 11:17 WIB
Dikatakan Edhy, kapal-kapal yang sudah disita petugas akan dihibahkan untuk lembaga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya