Selasa 30 Juni 2020, 04:01 WIB

Penanganan di 57 Kabupaten/Kota Diprioritaskan

Dhk/Fer/FL/YK/X-7 | Politik dan Hukum
Penanganan di 57 Kabupaten/Kota Diprioritaskan

ANTARA
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo

 

SEBANYAK 57 kabupaten/kota di Tanah Air masih berstatus berisiko tinggi penyebaran virus korona baru (covid-19). Sesuai dengan penekanan Presiden Joko Widodo, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan memprioritaskan penanganan di 57 wilayah tersebut.

Untuk mengurangi risiko penyebaran covid-19 di daerah berisiko tinggi itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pihaknya akan meningkatkan pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, termasuk antropolog untuk mengetahui pendekatan yang tepat di setiap daerah.

“Adapun penekanannya pada pelibatan seluruh komponen, terutama unsur TNI/Polri dalam upaya mitigasi,” imbuh Doni dalam jumpa pers seusai rapat terbatas kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Rencana meningkatkan pelibatan elemen masyarakat itu, menurut Doni, penting karena ada penolakan warga untuk melakukan tes di sejumlah daerah dan pengambilan paksa jenazah pasien covid-19 oleh keluarga. Hal itu berpotensi meningkatkan penularan.

“Tiga minggu lalu wilayah zona merah mencapai 108 kabupaten/kota. Kini menurun menjadi 57 daerah. Penekanan laju penyebaran virus amat bergantung pada kepedulian masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, hingga kemarin siang ada penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 1.082 sehingga total menjadi 55.092. Untuk pasien sembuh menjadi 23.800 setelah ada penambahan sebanyak 864 orang. Adapun kasus meninggal menjadi 2.805 atau bertambah 51.

Di Jawa Timur, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menyebutkan jumlah pasien korona yang sembuh di wilayahnya terus meningkat. Hingga kemarin tercatat sebanyak 2.238 orang sembuh dan diperkenankan kembali ke keluarga.

Sementara itu, di Lamongan, pemerintah daerah setempat terus mendorong terbentuknya Kampung Keluarga Berencana (KB) Tangguh di tengah pandemi covid-19.

“Hingga saat ini telah terbentuk 107 Kampung KB. Jumlah ini terbanyak se-Jatim. Ini sebagai upaya menjadikan desa sukses dalam program KB sekaligus meningkatkan SDM dan kesejahteraan sehingga tetap tangguh di masa pandemi,” kata Bupati Lamongan, Fadeli, saat tasyakuran peringatan ke-27 Hari Keluarga Nasional. (Dhk/Fer/FL/YK/X-7)

Baca Juga

DOK KEMNAKER

Kemnaker Berikan Bantuan Padat Karya Produktif, Inkubasi Bisnis

👤*** 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:35 WIB
Saya kira tugas seluruh pembantu Presiden sekarang, semuanya harus mikiri gimana caranya bisa mengatasi Covid 19 dengan seluruh resources...
Medcom.id

RUU Cipta Kerja Memantik Pemerataan

👤Cah/Ant/P-3 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:08 WIB
Semangat RUU Cipta Kerja ialah memangkas tumpang-tindih regulasi. Hal itu akan memberikan keuntungan di daerah-daerah tujuan...
Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Calon Langgar Protokol Kesehatan Dipidana

👤Emir Chairullah 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:01 WIB
Calon kepala daerah yang mengabaikan protokol kesehatan akan dikenai sanksi bertingkat berupa peringatan, pembubaran, hingga pidana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya