Selasa 30 Juni 2020, 05:40 WIB

Kemenhub Wajibkan Operator Koordinasi soal PCR

Hld/Ant/E-2 | Ekonomi
Kemenhub Wajibkan Operator Koordinasi soal PCR

ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA.

 

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) wajibkan para operator sarana dan prasarana transportasi berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam memilih penyedia layanan uji tes cepat (rapid tes) dan tes polymerase chain reaction (PCR).

Kewajiban itu tertuang dalam surat Menteri Perhubungan kepada para operator sarana dan prasarana transportasi tertanggal 29 Juni 2020, dan merupakan kesepakatan antara Menteri Perhubungan dengan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Juru bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan para operator sarana dan prasarana transportasi dapat melakukan kerja sama dengan para penyedia layanan fasilitas kesehatan/laboratorium dalam pelaksanaan uji tes PCR atau rapid test. Itu dengan catatan penyedia layanan tes ter­sebut harus dikoordinasikan dengan Gugus Tugas.

“Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas pemeriksaan dan hasil pemeriksaan PCR dan rapid test, sekaligus mempermudah masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan trans­portasi massal,” ujar Adita melalui keterangan resminya, kemarin.

Di kesempatan terpisah, Lion Air Group yang menaungi maskapai Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (IW), dan Batik Air (ID), menawarkan layanan rapid test covid-19 bagi calon penumpang dengan harga Rp95 ribu.

“Biaya rapid test covid-19 sebesar Rp95 ribu (bersih/net), sudah termasuk surat keterangan sesuai hasil dengan masa berlaku 14 hari. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Klinik Lion Air Medika,” kata Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, kemarin.

Layanan rapid test dimulai kemarin. Pada tahap awal, layanan tersedia di empat lokasi di Jakarta.

“Untuk tahap berikutnya, layanan rapid test akan segera dilaksanakan di kota-kota lain,” ujar Da­nang. (Hld/Ant/E-2)

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

Begini Cara Fintech Ilegal Mencari Mangsa

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 14 Juli 2020, 07:15 WIB
Berdasarkan data yang disampaikan OJK per Mei sebanyak 2.500 fintech ilegal beroperasi mencari...
Dok. PT Summarecon Agung Tbk

Summarecon Agung Rilis Ruang Usaha Ekonomis

👤 (Gan/S-1) 🕔Selasa 14 Juli 2020, 06:15 WIB
PT Summarecon Agung Tbk akan merilis ruang usaha ekonomis yang relatif terjangkau bagi pengusaha pemula pada 18 Juli...
istimewa

PT Triyasa Propertindo Rambah Proyek Lifestyle

👤(Dik/S-1) 🕔Selasa 14 Juli 2020, 06:10 WIB
PT Triyasa Propertindo (Triyasa) meluaskan usaha dengan menggarap proyek lifestyle bidang kuliner,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya