Senin 29 Juni 2020, 21:26 WIB

MA Gandeng Australia Bikin Persidangan Daring

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
MA Gandeng Australia Bikin Persidangan Daring

Antara
Ilustrasi Persidangan daring

 

AUSTRALIA bermitra dengan Mahkamah Agung Indonesia mencoba teknologi ruang sidang baru yang memungkinan proses peradilan berjalan selama pandemi covid-19.
 
Departemen Dalam Negeri Australia telah mengirimkan 19 set peralatan ke pengadilan pidana Indonesia agar proses persidangan dapat didigitalkan dan dilakukan secara online.

 

Baca juga: Iuran BPJS Naik, Mahkamah Agung: Pemerintah Bebani Masyarakat!


 
Bantuan tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan yang dipimpin oleh Mahkamah Agung untuk mencoba penggunaan teknologi ruang sidang seluler di sejumlah pengadilan di Jakarta hingga ke Bandung. Tujuannya untuk  membandingkan peralatan baru dengan teknologi yang saat ini digunakan di pengadilan.
 
Teknologi mobile ini memberikan fleksibilitas yang diperlukan dalam melakukan persidangan pidana.
 
“Teknologi ini akan meningkatkan kapasitas pengadilan Indonesia untuk terus mendengarkan pengadilan terorisme dan kejahatan transnasional yang penting, meskipun ada gangguan yang disebabkan oleh COVID-19,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan dalam keterangan pers yang diterima Mediaindonesia.com, Senin (29/6).
 
“Program percontohan ini akan memberikan pilihan untuk masa depan yang sedang dipertimbangkan oleh Mahkamah Agung untuk memperluas penggunaan teknologi seluler di ruang pengadilan di seluruh Indonesia.”
 
Kemitraan ini adalah salah satu dari sejumlah inisiatif yang sedang dilakukan oleh MA untuk mempercepat audiensi digital, termasuk pembentukan Satuan Tugas Uji Coba Online.
 
"Mahkamah Agung menyambut kemitraan penting ini dengan Pemerintah Australia dan kami berharap dapat melihat hasil dari proyek percontohan ini," kata Wakil Kepala Kamar Pengembangan Keadilan Hakim Takdir Rahmadi
 
"Integrasi uji coba online ke dalam sistem pengadilan Indonesia tidak hanya dapat membawa keuntungan efisiensi, tetapi juga dapat membantu sistem untuk mengatasi gangguan di masa depan dan untuk meningkatkan transparansi dan akses ke keadilan dalam kasus pidana." (OL-8)
 

Baca Juga

Dok MI

Angka Kriminalitas Melonjak di Dua Pekan Terakhir

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 14 Juli 2020, 09:52 WIB
"Sebanyak 5.035 kasus di pekan ke-27 dan 5.557 perkara di pekan...
Ist/TNI AD

Kadispenad: 165 personel Secapa AD negatif Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 14 Juli 2020, 09:44 WIB
Saat ini sebanyak 165 personel di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19,...
MI/M Soleh

Imigrasi Klaim Djoko Tjandra tak Masuk Lewat Kuala Lumpur

👤Candra Yuri Nuaralam 🕔Selasa 14 Juli 2020, 08:02 WIB
"Atas nama Djoko Soegiarto Tjandra tidak ada dalam data perlintasan imigrasi (melalui Kuala...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya