Senin 29 Juni 2020, 17:30 WIB

Polisi Bongkar Industri Cairan Vape Mengandung Narkoba

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Polisi Bongkar Industri Cairan Vape Mengandung Narkoba

Dok.MI
Narkoba terkandung dalam cairan vape

 

SUBDIT 1 Ditres Narkoba Polda Metro Jaya (PMJ) mengungkap kasus indrustri rumahan liquid vape dan tembakau gorila yang mengandung narkotika yang dilakukan sindikat antarprovinsi.

"Pengungkapan kasus hasil dari pengembangan yang dilakukan Subdit 1 Ditres Narkoba PMJ dikendalikan napi lapas yang berada di lapas Bali," ujar Kapolda PMJ, Irjen Nana Sudjana, Senin (29/6).

Nana menuturkan, jaringan sindikat antar provinsi selama ini berkisar di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, serta Bali.

"Untuk home industri berada di wilayah Bali. Menariknya, untuk liquid vape dan tembakau gorilla lebih banyak dikonsumsi anak-anak muda," papar Nana.

Baca juga: Jaringan Narkoba Internasional

Kasus adanya industri rumahan narkotika ini berawal dari hasil pengembangan kasus tertangkapnya FH di wilayah Cawang dengan barang bukti 5 botol liquid narkotika, pada 12 Juni silam.

Setelah dikembangkan penyidik, peredaran liquid narkotika itu berasal dari Bali dan terdapat 5 tersangka di Denpasar.

Salah satu TKP yang jadi produksi tembakau sintetis, yakni di Perum Palem Regency, Kuta selatan, Badung Bali, pada Minggu (21/6) pukul 02.00 WITA dengan tersangka berinisial NK.

Nana menyebut, polisi berhasil menyita barang bukti tembakau sintetis 24 kg, liquid vape 7 liter, dan serbuk cannabinoid 500 gram.

"Itu beberapa barang bukti yang berhasil disita. Dari keterangan NK, yang mempunyai rumah industri. Hasil produksi diedarkan melalui online oleh tersangka IK dan AAP," ungkapnya.

Nana menuturkan para tersangka memperoleh barang tersebut dari Tiongkok.

"Dalam melakukan aksinya, tembakau sintetis dibantu oleh tsk AP, AAN, dan AEP. Jadi ini kronologis kejadian maupun penangkapan," ujar Nana.

Atas perbuatannya, para tersangka akan diganjar dengan Pasal 114 Ayat 2, subs 112 Ayat 2 jo 132 Ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukumannya pidana seumur hidup. Atau paling singkat 5-20 tahun," ucap Nana. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Polri Temukan Pemotongan Dana Bansos untuk Uang Lelah

👤Sri Utami 🕔Rabu 15 Juli 2020, 12:28 WIB
Motif pemotongan dana tersebut dengan alasan sebagai uang imbalan untuk para oknum perangkat desa yang mengurus bansos...
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Masyarakat Lenteng Agung Butuh JPO yang Layak

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 15 Juli 2020, 10:51 WIB
Tidak adanya JPO membuat masyarakat mesti membayar ke PT KAI atau KCJ bila hendak melintas ke seberang jalan karena mesti melalui stasiun...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pemprov DKI Harus Batalkan Izin Reklamasi Ancol

👤Yakub Pryatama 🕔Rabu 15 Juli 2020, 09:30 WIB
Penerbitan izin diduga kuat tidak memenuhi syarat administrasi formil maupun substansial terhadap perlindungan dan pengelolan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya