Senin 29 Juni 2020, 15:35 WIB

Moeldoko: Sektor Kesehatan Paling Lemah

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Moeldoko: Sektor Kesehatan Paling Lemah

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

 

KEPALA Staf Presiden Moeldoko menekankan bahwa seluruh menteri di Kabinet Indonesia Maju harus segera merespon apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna terakhir.

Semua pemimpin instansi pemerintahan dan lembaga negara harus memiliki pandangan yang sama, semangat yang sama yakni bekerja secara luar biasa di tengah krisis ekonomi dan kesehatan saat ini.

Moeldoko mengatakan, sedianya, presiden telah menyampaikan peringatan beberapa kali. Namun, sampai 18 Juni lalu, progres kinerja masih belum terlihat hingga akhirnya kepala negara meluapkan kekesalannya.

"Ini adalah peringatan yang kesekian kali. Ini adalah situasi krisis yang perlu ditangani secara luar biasa," ujar Moeldoko di kantornya, Jakarta, Senin (29/6).

Baca juga: Tahun Depan, Pemerintah Kurangi Anggaran Subsidi Listrik

Ia juga mengatakan sebetulnya presiden begitu menghindari kebijakan reshuffle kabinet. Namun, jika kondisi tidak kunjung membaik, opsi itu bisa digunakan.

"Kita kerahkan kekuatan cadangan pada saat-saat terakhir. Ketika situasi cadangan dikeluarkan artinya situasi mulai sangat jelek. Jangan sampai gunakan ini," ucapnya.

Ia mengakui, sekarang, sektor yang masih sangat lemah dari sisi progres adalah kesehatan. Dari dana percepatan penanganan covid-19 yang disiapkan sebesar Rp7,5 triliun, baru tersalurkan 1,53%.

Ada beberapa persoalan yang membuat masalah tersebut muncul. Pertama sinergi antara Menteri Kesehatan dan pemerintah daerah serta BPJS Kesehatan yang kurang baik.

Pendataan tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pandemi juga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Hal-hal seperti ini akan jadi penghambat menteri bekerja. Kita harus membuat cara-baru baru untuk menyiasati itu," sambung Moeldoko.

Selain bidang kesehatan, sektor sosial juga masih membutuhkan perbaikan terutama dalam hal data penerima manfaat bantuan sosial.

"Masyarakat harus bisa menjalankan hidup secara baik. Maka itu diberikan bansos, jaring pengaman sosial," tuturnya.

Begitu pun dunia bisnis. Para pelaku usaha terutama yang bergerak di sektor mikro, kecil dan menengah harus segera memperoleh stimulus agar kegiatan usaha mereka bisa terus berjalan dengan lancar.

"Kita tidak mau ada yang terkena PHK. Itu butuh strategi besar. Pikiran menteri-menteri semua harus menuju ke sana. Jangan pikir kemana-mana lagi. Hanya bantu Presiden," tegas dia.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Wahdi Septiawan

Indonesia Perjuangkan Sawit di Swiss

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 08:25 WIB
KBRI setempat telah melakukan pendekatan kepentingan untuk memberikan pemahaman serta data dan fakta terkait kelapa sawit di...
DOK KEMNAKER

Kemnaker Berikan Bantuan Padat Karya Produktif, Inkubasi Bisnis

👤*** 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:35 WIB
Saya kira tugas seluruh pembantu Presiden sekarang, semuanya harus mikiri gimana caranya bisa mengatasi Covid 19 dengan seluruh resources...
Medcom.id

RUU Cipta Kerja Memantik Pemerataan

👤Cah/Ant/P-3 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 06:08 WIB
Semangat RUU Cipta Kerja ialah memangkas tumpang-tindih regulasi. Hal itu akan memberikan keuntungan di daerah-daerah tujuan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya