Senin 29 Juni 2020, 12:45 WIB

Limbah Covid-19 Capai 29 Ton, Riau Tunggu Izin Incinerator

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Limbah Covid-19 Capai 29 Ton, Riau Tunggu Izin Incinerator

ANTARA FOTO/FB Anggoro
Sejumlah tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) mengemas tumpukan APD bekas yang digunakan saat tes usap (swab) di Pekanbaru

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau masih menunggu izin pemakaian dua alat portable medical waste incinerator atau alat pemusnah limbah medis yang akan ditempatkan di Muara Fajar, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Pasalnya, jumlah limbah medis akibat pandemi covid-19 di Riau kian melonjak signifikan yaitu pada Maret sebanyak 3 ton, April 8 ton, dan Mei mencapai 18 ton, sehingga total mencapai 29 ton limbah infeksi covid-19.

"Kami sedang menunggu izin dari verifikasi Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk penggunaan dua alat portable incinerator. Rencananya kedua alat itu akan ditempatkan di dua daerah yakni Pekanbaru dan Kampar. Kami juga telah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah setempat," kata Kepala Dinas LHK Riau Mamun Murod di Pekanbaru, Senin (29/6).

Ia mengungkapkan, dalam mengatasi lonjakan limbah medis covid-19 baik bersumber dari rumah sakit maupun rumah tangga masyarakat, pihaknya akan melakukan sejumlah rencana aksi. Salah satunya meminta rekapitulasi laporan dan data terupdate terkait timbunan limbah medis infeksius covid-19 dari seluruh rumah sakit di Riau.

"Kemudian juga akan melakukan pengumpulan data pengelolaan sampah dan limbah medis infeksius covid-19 dari 48 rumah sakit penanganan covid-19 di Riau. Lalu, pengumpulan pengelolaan sampah dan limbah medis dari ODP (orang dalam pemantauan)," jelas Murod.

Baca juga: Limbah Medis Indonesia Tembus Lebih dari 1.000 Ton

Pihaknya hingga kini belum bisa memakai alat incenerator lantaran izin pemerintah pusat belum turun. Padahal Pemprov Riau telah mengajukan surat nomor 450/2020 sejak 16 April dan berulang kali memperbaiki usulan untuk pemakaian incenerator di Riau.

"Harus ada verifikasi dari Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3. Meskipun portable tetapi alat itu harus ditempatkan permanen dengan harus ada penanggungjawabnya," tegas Murod.

Ia mengharapkan, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK dapat segera memberikan izin penggunaan incinerator di Riau. Pasalnya jumlah limbah medis infeksi covid-19 akan terus meningkat seiring dengan pemakaian masker dan belum selesainya pandemi penyakit menular tersebut.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Per Hari, Rerata 125 Orang Positif Korona di Sumut

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 10 Juli 2020, 22:49 WIB
Lonjakan kasus positif dalam tiga hari terakhir sangat tidak sebanding dengan jumlah pasien sembuh yang hanya rata-rata 11 orang setiap...
MI/Gabriel Langga

Biaya Rapid Test di Manggarai Barat Mahal

👤John Lewar 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:30 WIB
Para pelajar dan masyarakat umum di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang...
MI/Dwi Apriani

Ratusan Nelayan Muba Diverifikasi Kemen ESDM Konversi BBM ke BBG

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:15 WIB
Verifikasi itu bagian dari program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya