Senin 29 Juni 2020, 11:59 WIB

Jokowi Beberkan Alasan Penolakan Masyarakat untuk Rapid Test

Nur Azizah | Politik dan Hukum
Jokowi Beberkan Alasan Penolakan Masyarakat untuk Rapid Test

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Warga mengikuti tes cepat (Rapid Test) COVID-19 massal di Lapangan Hoki, Jalan Dharmawangsa, Surabaya, Jawa Timur

 

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan adanya penolakan masyarakat untuk menjalani pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) maupun tes cepat (rapid test) karena kurangnya sosialisasi dari kementerian maupun kepala daerah. Ia pun tidak menyalahkan masyarakat terkait penolakan tersebut.

"Pemeriksaan PCR maupun rapid test yang ditolak masyarakat karena apa? datang-datang bawa PCR, datang-datang bawa rapid test, belum ada penjelasan, tidak didahului sosialisasi ke masyarakat sehingga yang terjadi penolakan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (29/6).

Ia pun meminta tokoh masyarakat, agama, dan budayawan setempat ikut membantu. Ia tak mau mendengar lagi kabar penolakan pemeriksaan maupun penolakan jenazah covid-19.

"Secara besar-besaran harus kita libatkan sehingga jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas-jelas covid oleh keluarga, saya kira itu jangan terjadi lagi setelah ini," imbuhnya.

Sebelumnya, ratusan warga di Kampung Masigit, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, menolak menjalani pemeriksaan tes cepat atau rapid test. Banyak dari mereka kabur dan mengungsi sementara di rumah kerabatnya.

Menanggapi itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan mereka takut bila hasil pemeriksaan positif dan harus diisolasi. Mereka tak mau berpisah dari keluarga dan dirawat di rumah sakit.

"Ya betul (ada penolakan), tapi setelah saya dalami ke masyarakat bukan karena ketidaktahuan soal rapid tes. Tapi faktor psikologis," kata Andika di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Jakarta Timur, Jumat (19/6).

Baca juga: Puluhan Warga Tolak Rapid Test, Satgas Covid-19 Siapkan Dua Cara

Andika mengaku sudah melakukan pendekatan kepada sejumlah kelompok terkait rapid test. Ia menjelaskan rapid berguna untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus.

"Kita sudah lakukan pendekatan personal. Dalam lingkup pondok pesantren juga kita lakukan. Kita berikan info lebih detail. Alhamdulillah semua sudah berjalan," imbuh Andika.(OL-5)

Baca Juga

DOK MI

Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Juga Divonis Penjara Seumur Hidup

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 26 Oktober 2020, 23:38 WIB
Selain pidana seumur hidup, Heru juga dijatuhi hukuman membayar uang pengganti senilai Rp10,72...
dok mi

Setahun Jaksa Agung Selamatkan Uang Negara Rp338,8 Triliun

👤Al Abrar 🕔Senin 26 Oktober 2020, 22:32 WIB
Setahun Kejagung juga telah menyelidiki 1.477 perkara selama periode Oktober 2019 hingga Oktober 2020. 986 perkara di antaranya telah masuk...
Antara

KPK Eksekusi Eks Bupati Talaud ke LP Tangerang

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 26 Oktober 2020, 22:15 WIB
Sri Wahyumi terbukti menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo melalui orang kepercayaannya Benhur...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya