Senin 29 Juni 2020, 07:20 WIB

Agam Dukung Target Mentan Capai Swasembada Daging

Yose Hendra | Nusantara
Agam Dukung Target Mentan Capai Swasembada Daging

MI/Yose Hendra
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam Arief Restu (kopiah) dan Kepala Seksi IB Jafrika (kemeja putih) sedang meninjau sapi

 

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) mendukung kebijakan dan program Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mencapai target swasembada daging melalui Program Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SiKomandan), utamanya melalui kegiatan inseminasi buatan (IB) pada sapi/kerbau betina produktif.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu mengatakan Kabupaten Agam meningkatkan populasi dan produksi sapi/kerbau melalui IB sebanyak 8.402 ekor untuk 2020 dari target 7.500 ekor pada 2019. Realisasi IB hingga 21 Juni mencapai 3.871 ekor menghasilkan anak sapi/kerbau (pedet) sebanyak 1.866 ekor dari kebuntingan 1.929 induk sapi.

"Ketersediaan pangan asal hewan termasuk daging sapi sangat penting, khususnya mendukung hadirnya generasi sehat, kuat, cerdas dan inovatif dari protein hewani," kata Arief di Lubuk Basung, Minggu (28/6).

Target dan realisasi IB di Agam, lanjutnya, untuk mendukung seluruh target Kementerian Pertanian RI termasuk SiKomandan.

Baca juga: Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Siap Jadi Tuan Rumah

Dia menambahkan Program SiKomandan di bawah koordinasi dan kendali Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) didukung 25 inseminator buatan dari ASN dan swasta.

"Pandemi covid-19 jangan menghalangi pencapaian target swasembada sapi dan kerbau di Agam. Penyuluh wajib mendampingi peternak untuk mematuhi Protokol Kesehatan menangkal virus covid-19. Penyuluh kawal, dampingi, dan layani peternak meningkatkan populasi sapi lokal dengan IB dan kelahiran pedet," tukas Arief.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menggarisbawahi instruksi Mentan agar penyuluh dan petani tetap produktif di tengah pandemi covid-19 dengan mematuhi Protokol Kesehatan. "Kenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan rajin cuci dengan sabun," tuturnya.

Kepala Seksi IB Dinas Pertanian Agam, Jafrika mengatakan Program SiKomandan diharapkan dapat menekan pemotongan sapi betina produktif melalui peningkatan pengawasan dan pengendalian karena menjadi kendala pencapaian swasembada protein hewani dari daging sapi/kerbau. Guna mendukung hal itu, penyuluh dan inseminator diharapkan aktif kampanye dan sosialisasi mencegah sapi betina produktif dipotong.

"Kondisi saat ini memang tidak mudah, tapi kami terus mendorong penyuluh di lapangan agar kendala lapangan dapat terselesaikan termasuk ketersediaan maupun distribusi semen beku, N2 cair dan kontainer untuk para petugas IB di lapangan," kata Jafrika. (OL-14)

Baca Juga

MI/Adi Kristiadi

Covid Melandai Kini DBD Unjukgigi di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:20 WIB
DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya...
 MI/Widjajadi

Rudy tidak Alergi Solo Berstatus Zona Hitam

👤Widjajadi 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:07 WIB
Dia sangat prihatin karena tambahan kasus yang semula selalu satu digit, pada Minggu (12/7) melonjak hingga 18...
MI/Anggoro

Emil Tegaskan belum akan Buka Sekolah dan Bioskop

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 13 Juli 2020, 19:42 WIB
Sejauh ini, di provinsi tersebut hanya Sukabumi yang sudah terbebas dari penyebaran virus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya