Senin 29 Juni 2020, 05:10 WIB

Musi Banyuasin Siapkan Pencegahan Karhutla

DW/MY/RF/BB/N-2 | Nusantara
Musi Banyuasin Siapkan Pencegahan Karhutla

MI/Dwi Apriani
Kapolda Irjen Eko Indra Heri mengecek Posko Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, kemarin.

 

ANTISIPASI kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara dini terus dilakukan pemerintah daerah. Di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Bupati Dodi Reza Alex sudah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kami sudah membuat keputusan bupati. Aturan itu diterbitkan karena masih ada perusahaan yang belum terlalu aktif dan peduli dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” papar Dodi, kemarin.

Dengan aturan itu, perusahaan terikat untuk lebih efektif dalam upaya pencegahan di wilayah konsesi masing-masing.

Kemarin, Kapolda Irjen Eko Indra Heri juga turun ke Musi Banyuasin. Ia mengecek Posko Pencegahan Kebakaran hutan dan Lahan di Kecamatan Bayung Lencir, salah satu wilayah paling rawan kebakaran.

“Melihat kesiapan sarana dan prasarana yang telah ada, saya optimistis daerah ini akan mampu meminimalkan kebakaran,” tuturnya.

Patroli rutin juga menjadi cara Polres Rejang Lebong, Bengkulu, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Ada dua kecamatan di wilayah ini dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi. “Patroli untuk mencegah warga membuka lahan dengan cara dibakar. Kami fokus ke Kecamatan Curup Selatan dan Curup Tengah,” kata Kapolres Rejang Lebong Ajun Komisaris Besar Dheny Budhiono.

Di Bangka Belitung, tugas penjagaan hutan juga dilakukan Kelompok Tani Hutan.

“Jumlah polisi hutan sangat terbatas sehingga sulit mengawasi hutan dari ancaman kebakaran. Kami melibatkan Kelompok Tani Hutan untuk ikut menjaga hutan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Marwan.
 
Masih di Bangka Belitung, Azman, 44,seorang komisaris di sebuah perusahaan dikenai pasal berlapis karena telah merusak hutan. ia melakukan pembalakan di kawasan Hutan Lindung Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

“AZ dikenai UU Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan dan UU Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” kata Kepala Penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Supartono. (DW/MY/RF/BB/N-2)

Baca Juga

Antara

Per Hari, Rerata 125 Orang Positif Korona di Sumut

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 10 Juli 2020, 22:49 WIB
Lonjakan kasus positif dalam tiga hari terakhir sangat tidak sebanding dengan jumlah pasien sembuh yang hanya rata-rata 11 orang setiap...
MI/Gabriel Langga

Biaya Rapid Test di Manggarai Barat Mahal

👤John Lewar 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:30 WIB
Para pelajar dan masyarakat umum di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang...
MI/Dwi Apriani

Ratusan Nelayan Muba Diverifikasi Kemen ESDM Konversi BBM ke BBG

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:15 WIB
Verifikasi itu bagian dari program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya