Minggu 28 Juni 2020, 21:57 WIB

Waspada Bencana Hidrometeorologi Akhir Bulan Ini

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Waspada Bencana Hidrometeorologi Akhir Bulan Ini

Ilustrasi
Banjir

 

BENCANA hidrometeorologi masih terjadi akhir Juni 2020. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat kejadian banjir dan longsor di beberapa wilayah nusantara, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara.

Berdasarkan analisis dasarian ketiga Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah masih berpotensi hujan dengan curah hujan menengah hingga tinggi. Beberapa wilayah tersebut teridentifikasi di Pulau Sulawesi, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Bahkan hingga awal Juli 2020, wilayah tadi masih berpotensi hujan dengan intensitas menengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Raditya Jati mengatakan pusdalops mendapatkan laporan kejadian banjir di wilayah Sulawesi pada Sabtu  (27/6), seperti di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Taliabu, Maluku Utara, Kabupaten Boalemo dan Pohuwanto, Gorontalo dan Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

"Ribuan warga terdampak banjir di wilayah-wilayah tersebut, seperti di Lamandau 723 KK, Taliabu 700, Bolaang Mongondow Selatan 220, Boalemo 125 dan Pohuwanto 40," sebut Raditya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6).

Baca juga : KLHK: Perusak Hutan Lindung Dijerat Pidana Berlapis

Berdasarkan analisis dari InaRISK, Indonesia memiliki potensi risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Jiwa terpapar bahaya ini mencapai 100 juta penduduk di seluruh provinsi. Luas wilayah memiliki potensi terdampak banjir hingga hampir 20 juta hektar. Sedangkan bahaya longsor, wilayah Indonesia memiliki jiwa terpapar hingga 14 juta penduduk dan luas wilayah berisiko mencapai 57 juta hektar di 33 provinsi.

"Melihat kondisi hingga awal Juli 2020, masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dalam menghadapi ancaman bahaya, khususnya hidrometeorologi. Kesiapsiagaan berbasis masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan jiwa," sebutnya.

Hal sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat seperti memetakan wilayah berpotensi banjir dan longsor, serta melihat kondisi tanah di lapangan. Selain itu, curah hujan tinggi dan berdurasi lama dapat berpotensi banjir.

Meskipun potensi bahaya banjir dan longsor masih dapat terjadi, masyarakat juga selalu siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya lain, seperti angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api dan pandemi covid-19 yang masih menjadi ancaman di sekitar. (OL-2)

 

Baca Juga

Media Indonesia/Andry Widyanto

Polemik Hak Paten Merdeka Belajar, DPR RI Minta Klarifikasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 12 Juli 2020, 11:50 WIB
Sebagai salah satu kebijakan dari Kemendikbud, Merdeka Belajar ternyata sudah dipatenkan oleh pihak swasta. Akankah akan menjadi masalah...
ANTARA

Gereja Katedral Jakarta Kembali Gelar Misa, 309 Orang Hadir

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 12 Juli 2020, 11:35 WIB
Pembukaan gereja dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan supaya tidak terjadi penularan virus...
Media Indonesia/Dwi Apriani

Semua Zona Butuh Upaya Penguatan Preventif Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 12 Juli 2020, 10:55 WIB
Peran pemerintah daerah dan kepatuhan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat era kenormalan baru sangat diburtuhkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya