Minggu 28 Juni 2020, 14:47 WIB

Polri Tolak Legalisasi Ganja Rekomendasi WHO

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Polri Tolak Legalisasi Ganja Rekomendasi WHO

Antara
Ganja

 

POLRI dengan tegas menolak legalisasi ganja yang dicanangkan WHO. Hal itu diungkapkan Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Krisno Siregar, usai menggelar rapat soal legalisasi ganja bersana Badan Nasional Narkotika (BNN) dan kementerian lainnya. 

"Seluruh peserta rapat koordinasi tidak menyetujui terhadap rekomendasi WHO 5.4 dan 5.5 tentang rencana legalisasi narkotika jenis ganja," tutur Krisno, kemarin.

Krisno mengatakan terdapat sejumlah alasan pemerintah menolak untuk melegalisasi ganja. Krisno menyebut, ganja yang tumbuh di alam Indonesia berbeda dengan ganja yang tumbuh di negara lain seperti Amerika maupun Eropa.

“Ganja di Indonesia memiliki kandungan THC yang tinggi, yakni 18 persen dan CBD yang rendah yaitu 1 persen,” kata Krisno.

Menurutnya, kandungan THC yang tinggi sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat psikoaktif.

Baca juga : Dikira Razia Imigrasi, 5 Polisi Jadi Sasaran Pengeroyokan 60 WNA

Yang kedua, ganja yang bisa digunakan untuk pengobatan,seperti epilepsy berasal dari hasil budidaya rekayasa genetik yang menghasilkan kandungan CBD tinggi dan kandungan THC rendah.

Intinya, ganja lokal bukanlah jenis yang tepat untuk keperluan medis.

Yang ketiga, dari data penegakan hukum Dittipid Narkoba dan BNN,mencatat kasus ganja cukup besar di setiap tahunnya.

Krisno menilai adanya peraturan tegas soal ganja masih dilanggar masyarakat, apalagi jika ganja dilegalkan.

Terakhir, Krisno mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang mengonsumsi ganja untuk kebutuhan pribadi ketimbang keperluan medis.

"Maka, seluruh peserta sepakat untuk menolak rekomendasi WHO 5.4 dan 5.5 sebagai statemen dan sikap Indonesia atas rekomendasi tersebut," tuturnya. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Pemda DKI Harus Rangkul Bodetabek untuk Hadapi Covid-19

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:40 WIB
Pandu menyebut penyebaran covid-19 di Jakarta akan sulit ditekan karena mobilitas warga yang sangat...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Tertinggi, Kasus Baru Covid-19 Jakarta Tambah 404 Orang Hari Ini

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:25 WIB
Kasus baru covid-19 di Jakarta kembali capai rekor tertinggi yakni 404 orang hari...
MI/RAMDANI

Anies Baswedan: Atasi Covid-19 bukan dengan Pencitraan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:31 WIB
Dalam menghadapi Covid-19, Anies mengungkapkan kesadaran di tingkat mikro menjadi kunci...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya