Minggu 28 Juni 2020, 10:25 WIB

Mentan Syahrul Dorong Sayuran Organik dari Petani Milenial

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan Syahrul Dorong Sayuran Organik dari Petani Milenial

Ist/Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo mengunjungi kawasan Sayur Organik Merbabu (SOM) Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jateng.

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Hamidah mengunjungi sekaligus panen sayur organik di kawasan Sayur Organik Merbabu (SOM) Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6).

Kunjungan Mentan tersebut bertujuan untuk mendorong budidaya sayur organik yang maju, mandiri dan modern oleh petani milenial sehingga produksinya dapat memenuhi permintaan di masa new normal yang kian melejit.

Pada acara tersebut, hadir anggota DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi, Bupati Semarang, Mundjirin ES, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Moch Erwansjah, Kajati Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono, Dandim 0733/BS Semarang, Kolonel Inf Yudhi Diliyanto dan jajaran Eselon I Kementan.

Mentan Syahrul mengatakan sektor pertanian di era new normal atau pasca-Covid-19 harus diperkuat sehingga benar-benar menjadi penyokong utama perekonomian nasional. Sebab Covid-19 telah membuat dunia berubah dan menguji semua daerah dan sebuah negara apakah mampu menjadi pemenang.

"Oleh karena itu, Indonesia adalah bangsa pejuang dan Provinsi Jawa Tengah khusus Kabupaten Semarang harus menjadi garda terdepan dan lokomotif memajukan perekonomian melalui sektor pertanian. Kita harus semangat menyediakan pangan rakyat jangan sampai ada yang teriak lapar. Ini tantangan kita bersama yang harus kita menangkan," demikian kata Syahrul.

Oleh karena itu, Syahrul berharap dalam kunjungan di SOM Kepang ini agar semua pihak semangat menyediakan pangan secara maju, mandiri, dan modern bahkan bisa ekspor dalam menghadapi tantangan dampak Covid-19.

Menurut Mentan, sektor pertanian menjadi satu-satunya solusi karena tidak mengenal krisis sepanjang diolah dengan optimal.

"Kita harus jamin tidak boleh ada rakyat teriak kelaparan. Maka pertanian harus akseleratif bertumbuh lebih baik dari apa yang ada. Dan apa yang dilakukan petani milenial yaitu Sofyan bersama teman-teman di SOM ini sudah menjawab tantangan," bebernya.

"Ini cuma 10 hektare kurang lebih hasilnya Rp 300 juta per bulan, dikerjakan 25 orang sehingga penghasilanya kurang lebih Rp 10 juta per orang per bulan. Maaf gajinya Pak Bupati kalah," lanjut Syahrul.

Syahrul bertekad untuk mengembangkan model budidaya SOM ini ke daerah lain agar pertanian secara merata di semua daerah menjadi penopang perekonomian. Kementan memberikan dukungan nyata berupa bantuan benih, pupuk, alat mesin pertanian, asuransi dan dana KUR.

"Kita minta pemerintah daerah dan petani muda juga mengoptimalkan dana KUR. Kami terus bantu fasilitasi agar pertanian semakin kuat," tagasnya.

Bupati Semarang, Mundjirin ES, mengapresiasi kunjungan kerja Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk memajukan pengembangan komoditas hortikultura khususnya sayuran yang permintaanya saat ini naik 300%.

Mundjirin menjelaskan bahwa budidaya sayuran di SOM Kepang sudah dikunjungi oleh investor dari Singapura dan membuktikan sayuran petani Kepang benar-benar organik.

"Harga sayuran yang dihasilkan di sini cukul tinggi hingga Rp 100 ribu per kilogram, dipasarkan secara lokal, masuk supermarket dan sekarang merambah pasar online," sebutnya.

"Selain itu ada beberapa yang pernah diekspor seperti buncis. Disamping itu juga ada beberapa buah-buahan seperti alpukat dan durian telah sertifikat. Petani kami juga membudidayakan bunga seperti krisan dan ada juga tanaman lain seperti empon-empon dan jahe," pintanya.

Perlu diketahui, luas lahan pertanian Kabupaten Semarang 25 ribu hektare atau hanya 3% kurang dari luas lahan Provinsi Jawa Tengah. Pengembangan produk sayuran di SOM Kepang dilakukan 10 kelompok tani luasnya 50 hektar.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengaku optimistis dapat menjadikan komoditas hortikultura guna menopang perekonomian dan menjawab tantangan dari dampak Covid-19. Dengan demikian monitoring serta evaluasi nantinya akan dilakukan untuk penumbuhan dan penguatan para petani milenial di sentra hortikultura. 

"Dulunya petani identik dengan orang-orang tua, namun di Kopeng Kabupaten Semarang ada sekumpulan anak muda yang menekuni budidaya sayuran organik. Mereka mengerjakan sendiri dari budidaya hingga pemasaranya. Model ini kita harus tularkan ke daerah lainnya agar perekonomian rakyat tidak terpengaruh dampak Covid-19," ungkapnya.

Sofyan Adi Cahyono, petani milenial SOM Kepang sekaligus Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda mengatakan di masa pandemi hingga new normal justru menyebabkan permintaan sayur organik naik pesat. 

Tren konsumen masa kini sudah beralih dari produk segar ke produk pangan organik yang aman sehingga pemasaran dominan dilakukan secara online.

"Jenis usaha yang kami rintis adalah budidaya sayuran organik dengan aspek legalitas berupa tanda daftar kelompok tani yang beranggotakan 30 anggota petani muda, bersertifikat organik Indonesia dari Inofice (Indonesian Organic Farming Certification). Omzet Rp 300 juta per bulan. Kami garap lahan seluas 10 hektare ditanami lebih dari 50 jenis sayuran," ujarnya.

Sofyan menegaskan di masa pandemi dan new normal ini merupakan momentum yang sangat menguntungkan mengembangkan budidaya sayuran. Permintaan tidak hanya dalam Jawa Tengah, tapi juga merambah Sumatera.

"Memang benar bahwa wabah Covid-19 membuat penjualan justru semakin meningkat. Jika biasanya perbulan hanya mampu menjual 4-5 ton sayur organik, saat ini penjualannya meningkat hingga 300% menjadi 14 sampai 15 ton sayur per bulan," jelasnya.

Usai mengunjungi lahan budidaya sayur organik, Mentan Syahrul bersama rombongan juga berkunjung ke Hortimart Agro Center di Bawen, Kabupaten Semarang.

Hortimart merupakan usaha pengembangan produk hortikultura berbasis wisata dari hulu hingga hilir. Hortimart juga memproduksi bibit komoditas hortikultura berkualitas dan juga terdapat Agro Resto untuk pengujung yang ingin menikmati menu-menu makanan dari Hortimart. (OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd

Dua KEK Baru di Batam Tinggal Tunggu PP

👤(Mir/E-2) 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:50 WIB
KETUA Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Airlangga Hartarto menyetujui pembentukan dua KEK baru, yakni Nongsa Digital Park (NDP)...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.

Tren Harian Penerbangan Naik Perlahan

👤M IQBAL AL MACHMUDI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:45 WIB
INDUSTRI penerbangan terus menggeliat seiring naiknya permintaan jasa angkut,baik penumpang maupun barang, di era kenormalan baru (new...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/

Komisi XI akan Panggil OJK, Minna Padi dan Nasabah

👤Wan/E-3) 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:35 WIB
ANGGOTA Komisi XI DPR, Fathan Subchi, menegaskan pihaknya akan memanggil Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Minna Padi Aset Manajemen (MPAM),...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya