Minggu 28 Juni 2020, 10:00 WIB

Daerah di Pantura Jateng Waspadai Serangan DBD

Akhmad Safuan | Nusantara
Daerah di Pantura Jateng Waspadai Serangan DBD

ANTARA `
Seorang anak penderita DBD sedang dirawat.

 

DAERAH di pantura Jawa Tengah mulai mewaspadai serangan demam berdarah dengue (DBD). Ratusan warga sudah telah menjadi korban serangan nyamuk Aedes Aegypti dan diantaranya meninggal dunia.

Pantauan Media Indonesia pada Minggu (28/6) di tengah pandemi Covid-19, ratusan warga mulai berjatuhan di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah akibat serangan nyamuk Aedes Aegypti. Pasien demam berdarah dengue (DBD) hingga kini masih dirawat di rumah sakit beberapa daerah seperti Blora, Jepara, Semarang dan Pekalongan.

Baca juga: Aparat Tutup Tambang di Kawasan Ibu Kota Baru

Daerah tersebut mulai mewaspadai munculnya gelombang serangan DBD yang lebih besar mengingat korban meninggal akibat gigitan nyamuk tersebut telah mulai berjatuhan, bahkan kondisi cuaca saat ini memberikan ruang kembang biaknya nyamuk tersebut.

"Selama Mei-Juni ada 78 pasien DBD yang dirawat di RSUD Kajen Pekalongan yakni 51 orang dewasa dan 27 anak-anak," kata Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD Kajen Imam Prasetyo.

Meskipun jumlah korban DBD lebih kecil dibanding tahun sebelumnya, demikian Imam, namun penyebaran kasus diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti cukup merata di Kecamatan Kajen, Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kesesi. 

"Sampai kini di sini belum ada korban meninggal akibat DBD," imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengingatkan meskipun saat ini perhatian masih difokuskan pada Covid-19, namun kewaspadaan tinggi tetap dilakukan untuk DBD, karena kasus tersebut juga cukup tinggi.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Abdul Hakam, kasus DBD di Kota Semarang telah mencapai 214 orang, sehingga seluruh tenaga medis baik di rumah sakit, puskesmas maupun klinik juga harus mewaspadai serta warga tetap menjaga lingkungan agar tidak menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk itu.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto, bahkan di daerah ujung timur Jawa Tengah ini sudah menimpa 88 warga dan dua orang meninggal dunia. 

"Ini butuh perhatian serius, angka DBD bahlan lebih besar dari Covid-19 di daerah ini sebanyak  48 orang dan sama-sama mematikan," tambahnya.

Di Kabupaten Blora ini, ujar Lilik Hernanto, beberapa wikayah menjadi
konsentrasi serangan DBD yakni Kecamatan Blora, Cepu dan Kunduran, sehingga warga di wilayah tersebut harus tetap mewaspadai dan melakukan pemberantasan jentik nyamuk untuk menekan kembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.

Demikian juga diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jepara, Fakhrudin, bahwa serangan DBD akibat nyamuk Aedes Aegypti di daerah ini cukup besar dan tercatat korban mencapai 157 orang selama Januari-Juni.

"Di daerah ini juga ada satu korban meninggal dengan wilayah tertinggi kasus DBD yakni Kecamatan Kedung 38 kasus, Tahunan 24 kasus, Jepara Kota 13 kasus dan Pecangaan 13 kasus," kata Fakhrudin. (OL-6)

(Akhmad Safuan/AS)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Ratusan Polisi Aktif Gunakan Narkoba Bakal Direhabilitasi

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 07 Juli 2020, 13:15 WIB
Untuk proses rehabilitasi, rencana akan dilakukan selama empat gelombang. Para pemakai akan dibina agar tidak kembali mengkonsumsi barang...
MI/Rudi Kurniawansyah

Dua Beruang Madu di Siak Masuk Permukiman Penduduk

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 07 Juli 2020, 13:09 WIB
Pada Senin (6/7) malam, petugas Resort Siak mulai melakukan pemasangan kandang jebakan terkait adanya konflik satwa beruang dengan manusia...
MI/Bagus Suryo

Positif Korona, Klaster Keluarga di Malang Swab Ulang

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 07 Juli 2020, 13:05 WIB
Kasus positif korona di Kota Malang menunjukkan peningkatan tiap harinya. Dalam sehari, Senin (6/7), melonjak 21 menjadi 278...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya