Sabtu 27 Juni 2020, 23:26 WIB

PEN Perlu Pendampingan Ketat agar Tepat Sasaran

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
PEN Perlu Pendampingan Ketat agar Tepat Sasaran

Antara/Nova Wahyudi
Refleksi gedung perkantoran dari kaca gedung sebuah perkantoran di Jakarta

 

EKONOM Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus cepat dilakukan, untuk meningkatkan kembali aktivitas pereknomian.

Program tersebut juga perlu adanya pendampingan di setiap sektor sehingga tepat dalam menjalankan setiap bidang program tersebut.

"Implementasi kebijakan pemulihan ekonomi nasional harus cepat dilakukan oleh karena itu saran saya perlunya program pendampingan bisa lebih cepat," kata Aviliani saat webinar bertajuk Agar Program Pemulihan Ekonomi Nasional Tepat Sasaran yang dilakukan Prodeep Institute di Jakarta, Sabtu (27/6).

Selain turut mengawasi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga perlu memberikan nasihat sebelum implementasi program PEN sehingga tidak membuat pihak yang menjalankan program tersebut takut dalam mengambil keputusan mengingat PEN memakan biaya Rp695,2 triliun yang dibagi dalam 6 bagian.

Baca juga : Butuh Rencana Strategis Rinci Untuk Pulihan Ekonomi Pascapandemi

"Menjadi kunci penting ketika BPK harus mengawal, mengikuti dan memberi nasihat sebelumnya sehingga ketika impementasi tidak membuat orang menajadi takut, Implementasi kebijakan harus lebih cepat agar pemulihan ekonomi dapat ssuai dengan target yang dicapai. Saat ini peraturan sudah lengkap namun realisasi belum maksimal," ujarnya

Pertumbuhan ekonomi tersebut akan memakan waktu sangat lama. Mengingat fase kenormalan baru yang membuat mobilitas masyarakat berjarak.

"Bila dikatakan kenormalan baru maka sektor sekunder belum mengalami tingkat recovery yang baik. Jadi masih ada pertumbuhan ekonomi yang sama sebelum adanya covid, untuk kembali 100% membutuhkan waktu yang lama," jelasnya.

Aviliani menegaskan jika belum ditemukan vaksin covid-19 maka pemerintah terus membuat kebijakan-kebijakan yang membuat semuanya belum normal contohnya kantor yang ruangannya hanya boleh diisi 50%. (OL-7)

Baca Juga

Ist/Kementan

Kementan Atur Pelaksanaan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 14 Juli 2020, 09:54 WIB
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan peningkatan pengawasan teknis kesehatan hewan dan kesehatan...
Antara/Dhemas Reviyanto

Begini Cara Fintech Ilegal Mencari Mangsa

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 14 Juli 2020, 07:15 WIB
Berdasarkan data yang disampaikan OJK per Mei sebanyak 2.500 fintech ilegal beroperasi mencari...
Dok. PT Summarecon Agung Tbk

Summarecon Agung Rilis Ruang Usaha Ekonomis

👤 (Gan/S-1) 🕔Selasa 14 Juli 2020, 06:15 WIB
PT Summarecon Agung Tbk akan merilis ruang usaha ekonomis yang relatif terjangkau bagi pengusaha pemula pada 18 Juli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya