Sabtu 27 Juni 2020, 19:35 WIB

Keterwakilan Perempuan Perlu Diperkuat di Revisi UU Pemilu

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Keterwakilan Perempuan Perlu Diperkuat di Revisi UU Pemilu

Antara/M. Risyal Hidayat
Ruang Sidang Paripurna DPR RI

 

KETERWAKILAN perempuan dalam politik, khusunya di parlemen saat ini baru menyentuh angka 20%, atau belum memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. yang mengamanatkan keterwakilan 30% perempuan dalam politik.

Meski demikian, Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Heroik Mutaqin Pratama mengatakan, capaian di angka 20% dari hasil Pemilu 2019 perlu diapreasi.

"Untuk pertama kalinya pascareformasi angka keterwakilan perempuan di DPR menyentuh 20% dan kita perlu apresiasi kerja-kerja partai yang mendukung pelibatan dan keterwakilan perempuan di ranah politik formal," katanya dalam diskusi, Sabtu (27/6).

Menurut dia merujuk pada tiga pemilu terakhir sebagian besar anggota DPR yang terpilih memperoleh nomor urut satu dalam daftar calon anggota legislatif. Persoalannya, selama ini perempuan selalu ditempatkan pada nomor urut tiga dan enam.

Hal ini terjadi karena untuk memenuhi ketentuan di antara tiga calon terdapat satu calon perempuan. Situasi ini yang kemudian menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masih rendahnya angka keterwakilan perempuan.

Baca juga : Revisi UU Pemilu Jadi Ruang Penguatan Keterwakilan Perempuan

Untuk itu, lanjut Heroik, di tengah momentum revisi UU Pemilu, menjadi penting untuk menata ulang desain kebijakan afirmasi dalam pencalonan perempuan. Salah satunya ialah dengan mengatur di 30% daerah pemilihan, calon anggota legislatif perempuan ditempatkan pada nomor urut satu.

"Ketentuan ini semakin membuka ruang keterpilihan perempuan di tengah kecenderungan pemilih memilih nomor satu," jelasnya.

Faktor lainnya yang menyebabkan rendahnya angka keterwakilan perempuan ialah tingginya biaya kampanye yang harus dikeluarkan.

"Untuk itu jika merujuk pada pengalaman banyak negara, ketentuan afirmasi dapat diterapkan juga dalam proses kampanye. Salah satunya ialah difasilitasinya iklan media massa elektronik dan cetak untuk perempuan yang lokasinya bisa diterapkan sebanyak 30%," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi

👤Antara 🕔Selasa 14 Juli 2020, 10:34 WIB
Perwira muda TNI dan Polri sebagai pengawal masa depan harus dapat menguasai teknologi khususnya di bidang militer maupun untuk mengatasi...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Tantangan Kejahatan Berat, TNI-Polri Harus Lincah & Inovatif

👤Antara 🕔Selasa 14 Juli 2020, 10:15 WIB
Presiden meminta TNI-Polri menjadi bagian dari kualitas SDM Indonesia yang hebat yang menguasai ilmu pengetahuan dan...
Dok MI

Angka Kriminalitas Melonjak di Dua Pekan Terakhir

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 14 Juli 2020, 09:52 WIB
"Sebanyak 5.035 kasus di pekan ke-27 dan 5.557 perkara di pekan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya