Sabtu 27 Juni 2020, 12:45 WIB

AS Berlakukan Pembatasan Visa Pejabat Tiongkok terkait Hong Kong

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
 AS Berlakukan Pembatasan Visa Pejabat Tiongkok terkait Hong Kong

AFP/MANDEL NGAN
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo

 

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan Washington memberlakukan pembatasan visa pada pejabat Partai Komunis Tiongkok yang diyakini bertanggung jawab dalam merongrong kebebasan di Hong Kong.

Pompeo mengatakan sanksi tersebut menargetkan pejabat partai saat ini dan sebelumnya.

Dia mengatakan langkah itu mengikuti janji Presiden Donald Trump untuk menghukum Beijing atas usulan undang-undang keamanan yang dapat mengikis otonomi Hong Kong.

Sementara itu Tiongkok memandang keputusan AS sebagai ‘kesalahan’ yang harus dibatalkan.

Sanksi baru datang hanya beberapa hari sebelum pertemuan parlemen Tiongkok.

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional akan membahas undang-undang baru tersebut pada pertemuannya, yang dimulai pada Minggu (28/6).

Tiongkok telah mengusulkan undang-undang keamanan yang mengatur kejahatan bagi setiap upaya melemahkan otoritas Beijing di Hong Kong. Beijing itu akan membentuk agen keamanannya sendiri di wilayah itu untuk pertama kalinya.

Langkah ini telah memicu gelombang baru protes antidaratan di Hong Kong.

Baca juga: Laporan: Rusia Tawarkan Uang untuk Membunuh Pasukan AS

Pernyataan Pompeo, Jumat (26/6), yang tidak menyebut nama-nama pejabat Tiongkok yang terkena pembatasan visa, menyusul pemungutan suara baru-baru ini oleh Senat AS yang menjatuhkan sanksi pada individu yang merongrong otonomi Hong Kong dan bank-bank yang melakukan bisnis dengan mereka.

Menanggapi langkah ini, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington mengatakan pihak mereka dengan tegas menentang keputusan salah pihak AS.

Dalam pernyataan yang diunggah di Twitter, kedutaan menambahkan, "Kami mendesak pihak AS untuk segera memperbaiki kesalahannya, menarik keputusan dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok."

Bulan lalu, Trump juga mengatakan ia akan mulai mengakhiri perlakuan istimewa untuk Hong Kong dalam perdagangan dan perjalanan, sebagai tanggapan atas rencana Tiongkok.

Presiden AS mengatakan Beijing merusak formula yang dijanjikannya untuk Hong Kong yaitu menggantikan Satu Negara, Dua Sistem dengan Satu Negara, Satu Sistem.

"Ini adalah tragedi bagi Hong Kong ... Tiongkok telah mematikan kebebasan Hong Kong," tegas Trump. (BBC/A-2)

Baca Juga

AFP/Roslan RAHMAN

Meski Menang Pemilu Singapura, Dukungan untuk PAP Merosot

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 07:49 WIB
Kelompok oposisi, Partai Pekerja, memenangkan 10 kursi, raihan terbaik mereka sepanjang...
AFP/TIZIANA FABI

Kasus Naik, Tanggap Darurat Italia Akan Diperpanjang

👤Indrastuti 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 07:25 WIB
Dalam sehari, terdapat kenaikan kasus signifikan pada Jumat (10/7), yakni 276 kasus...
AFP/Ozan KOSE

Turki Kembalikan Hagia Sophia Jadi Masjid

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 07:03 WIB
Dalam pidato yang disiarkan ke seluruh negeri, Erdogan mengatakan Salat Jumat pertama di Hagia Sophia akan dilakukan pada 24 Juli...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya