Sabtu 27 Juni 2020, 06:55 WIB

PBB Desak Kongo Usut Penyerangan TNI

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
PBB Desak Kongo Usut Penyerangan TNI

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang memberikan keterangan pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

 

KOMANDAN Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen Victor H Simatupang menyebutkan PBB meminta pemerintah Kongo untuk mengusut tuntas penyerangan pasukan perdamaian yang menewaskan seorang prajurit TNI, Serma Rama Wahyudi.

*“Sampai sekarang PBB sudah mendesak negara Kongo untuk mencari tahu siapa yang melakukan tindakan tersebut,” kata Victor saat jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.

Victor mengatakan proses investigasi ini turut melibatkan sejumlah pihak, seperti Military Police PBB, aparat setempat Kongo, hingga pihak-pihak yang berada di lokasi saat penyerangan terjadi.

“Beberapa hari yang lalu anggota kita sudah dimintai keterangan apa yang terjadi di lapangan,” tuturnya.

Selain itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri akan mendorong pemerintah Kongo untuk segera menyelesaikan kasus penyerangan itu.

“Kemlu kita nanti meminta KBRI kita yang ada di Kenya untuk mengirimkan nota diplomat ke pemerintahan di Kongo,” ujar Victor.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/ Monusco Letkol Czi M P Sibuea sebelumnya mengatakan peristiwa itu terjadi saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Hingga pukul 13.00 waktu setempat, almarhum yang menjabat sebagai Komandan Tim bersama 11 prajurit TNI lainnya melakukan tugasnya di Halulu hingga pukul 15.45 waktu setempat.

“Saat perjalanan pulang dari Halulu ke Mavivi lebih kurang pukul 15.45 waktu setempat. Mereka ditembus oleh milisi dari Uganda yang masuk ke wilayah Kongo,” lanjut dia.

“Namun, ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo,” kata Sibuea.

Serangan mendadak itu diduga dilakukan Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonfl ik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri. Selain itu, satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma Monusco.

“Satu prajurit TNI lainnya dalam kejadian itu, yakni Pratu Syafi i Makbul, juga mengalami luka-luka. Helmnya kena serpihan tembakan kemudian laporan terakhir di jidatnya terkena serpihan kaca yang tembus dari kaca depan kendaraan truk logistik yang saat itu digunakan,” pungkasnya. (Cah/Ant/P-5)

Baca Juga

ADAM DWI/MI.

Pembinaan Indeologi Pancasila Butuh Landasan Hukum

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:25 WIB
Pengaturan PIP dalam undang undang merupakan langkah maju dalam proses pembumian...
ANTARA

Upacara HUT RI ke-75 akan Dibuat Minimalis, Ini Simulasinya

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:24 WIB
Jumlah petugas pengibar bendera yang dilibatkan hanya tiga orang. Begitu pun dalam ritual penurunan bendera beberapa jam...
 MI/Susanto

Pemilu Serentak Gagal Capai Tujuan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:41 WIB
Banyak hal yang diasumsikan akan terlaksana dengan pemilu serentak ternyata berjalan sebaliknya. Salah satunya soal efek ekor...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya