Sabtu 27 Juni 2020, 05:40 WIB

Tahapan Pilkada Bisa Terhenti

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Tahapan Pilkada Bisa Terhenti

MI/MOHAMAD IRFAN
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kiri) bersama dengan Ketua Bawaslu Abhan (kanan) mendengarkan pertanyaan anggota Komisi II.

 

TAHAPAN lanjutan Pilkada 2020 kembali tertunda. Hal itu disebabkan belum cairnya anggaran tambahan dari pemerintah daerah. KPU pun membutuhkan anggaran tambahan tersebut untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang akan digunakan untuk menjalankan tahapan pilkada serentak.

“Terus terang kami risau. Saya sudah perintahkan dalam satu rapat koordinasi dengan KPU provinsi, kabupaten, dan kota jangan melakukan kegiatan yang bertemu dengan banyak pihak tanpa APD. Jadi, saya tidak minta mereka melakukan itu,” ujar Ketua KPU Arief Budiman saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR yang berlangsung di Gedung DPR, Kamis (25/6).

Sebelumnya, KPU telah meminta kepada DPR dan Kemendagri untuk bisa membantu pencairan anggaran tambahan sebelum 15 Juni. Namun, menurut Arief, hingga saat ini belum semua daerah yang menggelar pilkada serentak mencairkan tambahan anggaran pilkada senilai Rp4,7 triliun. Akibatnya, tahapan verifi kasi faktual yang mewajibkan petugas KPU bertemu dengan orang banyak belum mampu dilakukan.

“Kami sebetulnya minta batas waktunya 15 Juni karena 15 juni tahapan dimulai. Tapi karena kami meyakini bahwa proses butuh waktu panjang, tahapan verifikasi faktual yang semula kita jadwalkan 18 Juni, kita geser lagi jadi 24 Juni. Ternyata sampai tanggal 24 Juni pun anggaran belum bisa dicairkan,” jelas Arief.

Arief mengaku akan melakukan koordinasi dengan Bawaslu tentang penundaan pilkada secara lokal apabila para petugas yang bertugas di lapangan tidak memiliki APD.

“Jadi menunda secara sebagian masih memungkinkan, tapi menunda secara nasional juga sudah diberi ruang lewat Perppu No 2/2020,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II dari Fraksi PDIP Johan Budi mengatakan KPU harus memberi tenggat kepada pemerintah agar segera memberikan tambahan anggaran tersebut. Jika tambahan anggaran tak kunjung diberikan pemerintah, sebaiknya Pilkada 2020 ditunda.

“Tahapan ini kan berlangsung. Karena itu, pastikan kepada kami kapan terakhir yang bisa diakomodasi. Jika itu tidak juga, saya usul ke Komisi II untuk ditunda dulu pilkada karena kayaknya main-main ini, enggak serius pemerintah.”

Sebelumnya, dalam RDP, DPR bersama Menkeu dan Mendagri telah menyetujui usulan penambahan anggaran untuk KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk penyelenggaraan Pilkada 2020.

KPU mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp4,7 triliun, DKPP sebesar Rp39 miliar, dan Bawaslu sebesar Rp478 miliar.

Menkeu Sri Mulyani menyatakan siap merealisasikan anggaran Rp1,02 triliun demi menjamin kelanjutan tahapan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan pada 15 Juni.

Sisa kebutuhan anggaran yang belum terpenuhi akan diputuskan setelah ada rekonsiliasi anggaran antara Kemendagri, Kemenkeu, KPU, Bawaslu, DKPP, dan Gugus Tugas Covid-19.

Adapun Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Semula, hari pemungutan suara pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020.


Mitigasi

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan perlunya kerja sama tiga lembaga negara, yakni KPU, Bawaslu, dan KPK dalam melakukan mitigasi dugaan pelanggaran pidana politik uang dalam pilkada dan pemilu.

Hal itu dilakukan guna memudahkan penindakan dan menghindari tumpang-tindih penegakan pelanggaran pidana pemilu atau pilkada. Menurut Fritz, selama ini, sering kali Bawaslu dianggap melangkahi lembaga lain dalam menindak adanya dugaan pelanggaran pidana pemilu. (Pro/P-1)

Baca Juga

ilustrasi

Penganiayaan WNI ABK Lu Huang Yuan Yu Pakai Benda Tumpul

👤Kautsar Bobi 🕔Minggu 12 Juli 2020, 09:17 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan luka memar yang ada pada tubuh Hasan diakibatkan benda...
Medcom.id/Kautsar

NasDem Ajak Selandia Baru Perluas Kerja Sama

👤RO/P-2 🕔Minggu 12 Juli 2020, 06:04 WIB
Indonesia sudah memiliki program-progam dalam mengatasi dampak covid-19 seperti kartu prakerja, subsidi listrik oleh PLN, bantuan ekonomi...
MI/Susanto

Aktivis Desak Prioritaskan RUU PKS

👤Pro/P-2 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:55 WIB
Selama ini penyelesaian kasus kekerasan seksual umumnya dilakukan dengan berlandaskan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, KUHP...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya