Jumat 26 Juni 2020, 23:30 WIB

Permohonan SIKM Capai 1,2 Juta, Hanya Sekitar 150 ribu Disetujui

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Permohonan SIKM Capai 1,2 Juta, Hanya Sekitar 150 ribu Disetujui

Antara/Muhammad Adimaja
Petugas memeriksa kelengkapan persyaratan pengendara yang akan memasuki Jakarta

 

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan permohonan pengajuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jabodetabek hingga Jumat (26/6) mencapai lebih dari 1,2 juta. Ia pun mengapresiasi kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (PTSP) DKI Jakarta yang membuka pelayanan permohonan SIKM selama 24 jam sejak 12 Mei.

"Saya mengapresiasi Dinas PTSP Provinsi DKI Jakarta yang memproses permohonan perizinan SIKM selama 24 jam. Pastikan pelayanan publik telah dilaksanakan dengan penuh waktu," kata Riza dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (26/6).

Secara total tercatat 1.277.321 pengguna berhasil mengakses website perizinan SIKM melalui corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta. Dari jumlah tersebut, 153.582 permohonan diterima oleh DKI dan 495 permohonan baru saja diajukan per hari ini, Jumat (26/6).

Adapun permohonan yang telah dilakukan penilitian administrasi dan penelitian teknis perizinan, sebanyak 48,4 persen dari total permohonan atau 74.119 permohonan berhasil diterbitkan atau disetujui. Lalu, sebanyak 51,6 persen lainnya atau 78.968 permohonan SIKM ditolak atau tidak disetujui.

Riza menyampaikan keberhasilan perizinan SIKM memberikan dampak dalam pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga : Ikappi : 192 Pedagang di 26 Pasar Jakarta Positif Korona

"Sejak diberlakukan SIKM, arus mudik dan arus balik dapat terkendali dengan baik. Itu yang paling penting. Hal ini membuktikan bahwa kebijakan perizinan SIKM telah memberikan dampak yang baik dalam penerapan PSBB di Jakarta” pungkas Ketua DPP Gerindra itu.

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengeluarkan aturan perihal permohonan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Warga diharuskan mengisi metode tes kesehatan melalui Corona Likelihood Metric (CLM) untuk mendeteksi penularan covid-19.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Berpergian di Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Iya lewat aplikasi CLM. Itu berada di web corona.jakarta.go.id. Jadi, nanti bisa diidentifikasi apakah warga terpapar covid-19 atau tidak," jelas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada Media Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6). (OL-7)

Baca Juga

Istimewa

Jelang Libur Panjang, ASN DKI diminta Tak Keluar Kota

👤Hilda Julaika 🕔Senin 26 Oktober 2020, 20:35 WIB
KEPALA Badan Kepegawaian Daerah Jakarta Chaidir mengimbau Aparat Sipil Negara  DKI untuk tidak bepergian ke luar kota saat libur...
 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

'Positivity Rate' DKI Jakarta Turun Di Bawah 10%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:04 WIB
'Positivity rate' Jakarta berada di angka 9,6%. Angka ini dipandang baik karena selama satu bulan sebelumnya angka 'positivity...
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Puncak Arus Mudik Libur Panjang Diprediksi Mulai Besok

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:06 WIB
Istiono mengemukakan arus mudik akan mulai dipenuhi kendaraan pada area jalan tol dan arteri dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya