Jumat 26 Juni 2020, 19:55 WIB

NasDem-Partai Buruh Australia Tukar Pengalaman Atasi Pandemi

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
NasDem-Partai Buruh Australia Tukar Pengalaman Atasi Pandemi

Ilustrasi
Partai NasDem

 

PARTAI NasDem dan Partai Buruh Australia saling bertukar pengalaman dalam menangani pandemi virus korona baru atau covid-19. Kedua pihak pun mengakui bahwa perlu kerja sama dalam melawan pandemi dan mengatasi dampaknya.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa pandemi berdampak terhadap ekonomi di mana ada aturan untuk menjaga jarak sosial dan bekerja dari rumah. Adapun sektor yang paling terdampak adalah produksi, tenaga kerja dan daya beli.

Dalam merespons pandemi tersebut, katanya, pemerintah Indonesia telah membentuk satgas untuk penanganan covid-19. "Satgas tersebut bekerja sama dengan kementerian, lembaga nasional dan pemerintah daerah," katanya saat berbicara dalam Bilateral Digital Conference dengan Partai Buruh Australia yang bertema: Experience Exchange Fighting Covid-19 Pandemic Between Indonesia and Australia, Jumat (26/6).

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto pun menambahkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dalam menangani pandemi. Selain aturan mengenai penanganan dari sisi kesehatan, pemerintah juga mengeluarkan aturan untuk menangani dampak pandemi terhadap ekonomi dan sosial. "Dari situlah pemerintah dapat mengambil langkah cepat," ucapnya.

Sementara itu, Senator Australia dari Partai Buruh Australia Penny Wong mengatakan bahwa pemerintah Australia memiliki kebijakan yang cukup jelas dalam melawan pandemi. Kebijakan tersebut kemudian disosialisasikan kepada warga Australia. Selain itu, juga ada stimulus ekonomi untuk memulihkan dampak dari pandemi tersebut.

Anggota Parlemen dari Partai Buruh Australia dan sekaligus Asisten Bendahara Bayangan Stephen Jones mengatakan bahwa pemerintah pusat telah menyediakan anggaran bagi negara bagian untuk menangani pandemi, termasuk kebutuhan alat pelindung diri. Dengan begitu, tidak ada lagi perdebatan dari mana anggaran penanganan covid-19 berasal.

Adapun keberhasilan Australia dalam meratakan kurva pandemi, kata dia, adalah adanya sosialisasi mengenai jaga jarak sosial, penggunaan masker, larangan untuk berkumpul. Menurutnya, itu adalah langkah-langkah yang paling efektif.

Baca juga : Wakil Ketua MPR Ajak Dunia Bersatu Atasi Krisis Akibat Pandemi

"Pada awalnya, warga Australia bisa menerima aturan lockdown tersebut, tapi kemudian ada tekanan dari masyarakat karena banyak bisnis yang tumbang sehingga mereka minta lockdown dicabut," terangnya.

Ketika aturan lockdown dicabut, diakuinya, ada peningkatan jumlah kasus virus korona. Namun, tegasnya, itu tidak sebanyak seperti sebelumnya.

Sektor Pariwisata

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pun sempat menyinggung mengenai sektor pariwisata dimana wisatawan dari Australia cukup berkontribusi terhadap pariwisata di Bali pada tahun 2019.

Pemerintah Indonesia, katanya, tengah menyiapkan regulasi terkait pariwisata di masa new normal. Salah satu tantangan yang ada saat ini adalah terkait pengendalian perbatasan antar negara.

Maka itu, ia berharap pemerintah Indonesia dan Australia bisa duduk bersama untuk membahas mengenai perbatasan di antara kedua negara di saat pandemi ini. Jika ada kesepakatan aturan untuk membuka perbatasan antar kedua negara, sambungnya, itu akan bisa membantu Indonesia di sektor pariwisata. (OL-2)

 

 

Baca Juga

ilustrasi

Penganiayaan WNI ABK Lu Huang Yuan Yu Pakai Benda Tumpul

👤Kautsar Bobi 🕔Minggu 12 Juli 2020, 09:17 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan luka memar yang ada pada tubuh Hasan diakibatkan benda...
Medcom.id/Kautsar

NasDem Ajak Selandia Baru Perluas Kerja Sama

👤RO/P-2 🕔Minggu 12 Juli 2020, 06:04 WIB
Indonesia sudah memiliki program-progam dalam mengatasi dampak covid-19 seperti kartu prakerja, subsidi listrik oleh PLN, bantuan ekonomi...
MI/Susanto

Aktivis Desak Prioritaskan RUU PKS

👤Pro/P-2 🕔Minggu 12 Juli 2020, 05:55 WIB
Selama ini penyelesaian kasus kekerasan seksual umumnya dilakukan dengan berlandaskan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, KUHP...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya