Jumat 26 Juni 2020, 17:43 WIB

Terus Bergerak,GiliranTuban Jadi Sasaran Mentan Percepatan Tanam

mediaindonesia.com | Ekonomi
Terus Bergerak,GiliranTuban Jadi Sasaran Mentan Percepatan Tanam

DOK KEMENTAN
Mentan Syahrul Yasin Limpo di Tuban.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus melakukan pengawasan langsung di lapangan berkaitan dengan Gerakan Percepatan Taman yang sedang digencarkan Kementerian Pertanian sebagai salah satu upaya penangulangan pandemi Covid 19. Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional dan sekaligus sebagai upaya agar sektor pangan tidak terkena dampak pandemi covid 19. Setelah beberapa rangkaian kegiatan percepatan tanam di Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Cilacap, dan Lampung. Dan kali ini pada Jumat (26/6/2020), SYL melakukan percepatan tanam padi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Percepatan tanam padi sudah dilakukan sejak awal bulan ini. Jajaran di Kementan langsung turun ke lapangan memastikan semua wilayah melakukan percepatan tanam. Pada MT II target tanam seluas 5,6 juta hektare sehingga nantinya bulan Juli sampai desember akan ada 12,5-15 juta ton beras. Diperkirakan stok beras akhir Juni diperkirakan masih aman sebesar 6,84 juta ton.

“Pandemic ini masih melanda negeri ini, bahkan di seluruh dunia. Ini membuat berbagai hal berubah tata cara kita berkehidupan semua menjadi tidak normal,'' kata Mentan SYL pada sambutan dan arahannya. “Apapun yang terjadi, kita tetap harus makan. Saya tidak mau melihat rakyat di negeri ini mati kelaparan.“

Baca Juga: Mentan Canangkan Gerakan Tanam Padi Jagung Serentak Se ..

Meskipun menjadi salah satu wilayah yang penyebaran Covid 19 nya termasuk tinggi, Jawa Timur tidak boleh berkecil hati. “Sebagai salah satu wilayah yang menjadi produsen beras tertinggi di Indonesia, Jawa Timur tidak boleh menyerah dengan Covid ini. Kita tidak boleh kalah,“ lanjut SYL dengan penuh semangat.

“Saya hari ini sangat semangat sekali karena petani petani di sini sangat antusias dan semangat. Saya pun jadi lebih agresif untuk terus mendorong demi kemajuan pertanian di seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur karena mempunyai potensi yang besar untuk bisa menyumbangkan produkssi nasional,“ tutur SYL.

SYL menyebutkan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam yakni melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian dan pendampingan yang masif. Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektare.

Ditambahkan SYL bahwa Indonesia diberikan banyak kelebihan untuk negeri ini. "Kita memiliki matahari yang cerah, lahan yang luas, perairan yang banyak. Maka di pekarangan rumah pun kita bisa menanam, tanam apa saja," ujarnya penuh semangat. "Berikan pupuk yang baik, bibit yang bagus dan lakukan manajemen dengan baik maka kita tidak mungkin susah," lanjut SYL.

“Jangan jual gabah, jual lah beras. RMU dibenahi, sarana prasaran dilengkapi. Pakailah alat-alat pertanian yang modern. Itu semua bisa di dapatkan melalui KUR,“ himbaunya.

Lebih lanjut SYL menjelaskan berharap di setiap daerah yang mempunyai potensi luas lahan yang ada dapat dimaksimalkan, melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan. Sehingga dapat segera menanam padi, memanfaatkan jaringan irigasi yang telah dibangun, dan memperluas areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah.

Guna mewujudkan kemandirian pangan, SYL menegaskan, oleh karenanya sasaran tanam padi 2020 ini cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya. Langkah nyata yang diambil guna mewujudkan hal ini adalah pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi perhatian Kementan dalam menggenjot produksi pangan khususnya padi di daerahnya.  Dalam kesempatan tersebut mendukung sepenuhnya program Kementan. Kabupaten Tuban ini tergolong sentra produksi yang bisa diharapkan untuk menambah pasokan beras nasioanl.  

"Jangan pikirkan Covid tapi pikirkan menanam. Pertanian tidak mengenal libur dan istirahat. Dengan hadirnya Pak menteri kami berharap para petani semakin semangat apapun itu halangan nya baik kendala yang biasa terjadi ditambah dengan pandemic Covid-19 yang saat ini sedang terjadi," ujar Emil.

Ditambahkannya pemerintah Provinsi akan selalu ada untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat agar semua program yang ada bisa sampai sampai tingkat ujung tombak.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda mengatakan bahwa Kab Tuban memiliki luas baku sawah 66.534 ha dan LP Padi 2019 seluas 91.200 ha dengan Provitas 5,70 ton/ha dan Produksi beras 298.286 ton dengan target Asep 2020 adalah 29.787 ha. Sedangkan untuk jagung Kabupaten Tuban memiliki LP Jagung 2019 sebesar 117.758 ha dengan produksi 649.549 ton PK dan target Asep 2020  adalah sebesar 22.918 ha

“Kami punya semangat untuk membantu sekor pertanian dan siap menjadi salah sentra produksi di negeri ini," lanjutnya. “Harapan kami petani  tetap semangat sedangkan pemerintah pusat tetap konsisten untuk menunjang sarana dan prasarana,“ lanjut Fathul.
 
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi berharap Kabupaten Tuban memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi. Dukungan Kementan tentunya diberikan untuk Tuban melalui bantuan sarana produksi maupun alsintan. Khusus untuk tanaman pangan sendiri bantuan mulai dari benih, budidaya padi, sampai alsintan pascapanen. Untuk itu Suwandi berharap agar petani tetap semangat menggarap lahannya. "Biarkan kami pemerintah yang memikirkan caranya,“ cetusnya.

Suwandi juga meminta petani bisa menyerap KUR melalui gerakan kostraling sebagai pengamanan harga gabah. "Kami sudah sediakan KUR untuk komoditas tanaman pangan, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi penggilingan padi bisa digunakan untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak,“ lanjut Suwandi.

Dalam kesempatan tersebut diberikan juga bantuan kepada kelompok tani secara simbolis berupa benih padi hibrida, benih jagung, power therese multiguna, klaim AUTP serta KUR.

Setelah melakukan Gerakan Percepatan Tanam di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Menteri Pertanian melanjutkan perjalanannya ke Lokasi Pilot Percontohan Nasional Model Pertanian Modern Berbasis Mekanisasi Pertanian di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Moch Asim

Perpres Baru Kartu Prakerja Dinilai Lahirkan Kerancuan Baru

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:32 WIB
Itu terkait dengan pasal 31A yang menyebutkan pemilihan mitra program Kartu Prakerja bukan merupakan bagian dari pengadaan barang dan jasa...
Dok. Petrokimia gresik

Dorong Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Gencarkan Inovasi

👤M. Iqbal Al Macchmudi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:17 WIB
Indonesia harus memperkuat sektor pertanian domestik sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional dan terhindar dari krisis...
MI/Andri Widiyanto

Cegah Kasus Indosurya Terulang, Pengawasan Koperasi Diperketat

👤Antara 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:30 WIB
PEMERINTAH akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas bisnis koperasi untuk mencegah terulangnya kasus gagal bayar Koperasi Simpan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya