Jumat 26 Juni 2020, 16:13 WIB

Bendera PDIP Dibakar Massa, Polri Lakukan Penyelidikan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Bendera PDIP Dibakar Massa, Polri Lakukan Penyelidikan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Massa kader PDI Perjuangan menggelar aksi longmarch untuk mendesak agar polisi mengusut pembakaran bendera PDIP.

 

ADANYA insiden bendera PDIP yang dibakar saat demo RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR RI turut menjadi perhatian Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, memgatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan secara profesional untuk mencari fakta dari saksi serta bukti yang ada.

"Tentunya semua laporan masyarakat yang masuk ke kami akan diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai SOP yang berlaku," ujar Argo, di Gedung Baharkam Polri, Jumat, (26/6).

Argo meminta seluruh pihak untuk bersabar dan menunggu perkembangan soal adanya insiden membakar bendera tersebut.

"Kita tunggu saja dari proses tim penyidik," paparnya.

Sebelumnya, pelbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis ‘Anak’ NKRI mendemo legislator berkaitan penolakan rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Adapun di sekitaran pendemo massa dari Persaudaraan Alumni 212. Serta FPI juga turut serta dalam demo.

Demo yang dilakukan di depan gedung DPR RI terus memanas. Sehingga ada oknum yang membakar bendera merah berogo palu dan arit (simbol partai Komunis Indonesia) yang sudah bubar dan membakar bendera PDIP, pada Rabu (24/6). (OL-4)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

KPK Perpanjang Penahanan 3 Eks Legislator Jambi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:20 WIB
Perpanjangan penahanan sampai dengan 21 Agustus 2020 untuk memberi waktu pematangan perkara untuk dibawa ke tahap...
MI/MOHAMMAD IRFAN

Komisi II: Perlu Ada Pembaruan UU Otonomi Daerah

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:10 WIB
 Dengan begitu pemerintah setiap tingkatan wilayah bisa berjalan dan bekerja secara...
MI/ADAM DWI

Kelanjutan Tiga Gugatan UU Korona Tunggu Rapat MK

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:40 WIB
Baru berjalan dua bulan sejak disahkan, undang-undang sudah digugat tujuh kelompok pemohon ke Mahkamah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya