Jumat 26 Juni 2020, 14:55 WIB

Cegah Covid Petugas Patroli Pengawas Perikanan Dilengkapi APD

mediandonesia.com | Nusantara
Cegah Covid Petugas Patroli Pengawas Perikanan Dilengkapi APD

Istimewa
Petugas kapal patroli pengawas perikanan KKP dilengpai APD dan terapkan protokol kesehatan cegah Covid-19.

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perlengkapan alat pelindung diri (APD) lengkap terhadap petugas kapal patroli pengawas perikanan. Hal ini dilakukan karena seringnya mereka berinteraksi (melakukan pemeriksaan) terhadap anak buah (ABK) kapal ikan asing yang tertangkap melakukan pencurian ikan di laut Indonesia.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Ipung Nugroho Saksono, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Jumat (26/6/2020) menyatakan, dari arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhi Prabowo, proteksi dari penularan Covid-19 terhadap pekerja/karyawan di lingkungan KKP harus dilakukan se-optimal mungkin, apalagi jika pekerjaanya berisiko tinggi terhadap penularan virus tersebut, seperti yang dilakukan para petugas patroli pengawasan.

"Awak kapal pengawas harus diproteksi dengan memfasilitasi mereka dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD). Hal ini dilakukan, untuk tetap menjaga mereka dari paparan Covid-19 yang dibawa para pelaku penangkapan ikan ilegal di laut Indonesia," katanya.

Ditegaskannya, KKP harus benar-benar melindungi para petugas lapangan dari penularan virus yang kemungkinan dibawa oleh para anak buah kapal (ABK) ikan asing itu. Apabila kita lengah dan tidak memberikan APD kepada mereka, maka risiko kematian akibat penularan virus itu oleh seluruh petugas tidak bisa dihindarkan.

Ditegaskan Ipung, pihaknya menjaga sekali dalam apa protokol kesehatan sehingga keluar masuk kapal pun harus benar-benar dipastikan kalau orang itu dalam keadaan sehat.

Dia juga menjelaskan, dalam melakukan pemeriksaan ABK kapal ikan asing di laut, KKP juga menerapkan protokol kesehatan. Di dalam kapal pengawas telah disiapkan APD seperti baju hazmate, hand sanitizer, thermo gun, dan desinfektan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk mengantisipasi jika ada belasan lebih ABK kapal ikan asing yang diperiksa di tengah laut dan salah satu dari mereka saat kita periksa suhu badannya melebihi 37 derajat celcius, maka pemeriksaan tidak akan dilanjutkan dan para petugas mengusir mereka dari laut Indonesia.

"Kita tidak mau ambil risiko jika dalam pemeriksaan ada ABK yang terindikasi terpapar Covid-19. Daripada kami harus mengorbankan petugas, lebih baik para pencuri ikan itu kami usir keluar laut Indonesia saja. Menurut saya, ini jauh lebih aman," katanya.

Dia mengatakan, jangan menambah beban pemerintah dengan mendatangkan ABK yang terindikasi terpapar Covid-19, sebab untuk saat ini banyak pemerintah daerah yang menolak kehadiran orang asing di daerahnya. "Yang terlihat sehat saja pemerintah daerah berpikir berkali-kali apalagi yang terindikasi Covid-19. Pasti dengan tegas ditolak," kata Ipung. (OL-13)

Baca Juga

Antara

Tak Bermasker Emil Siapkan Sanksi Denda hingga Kurungan

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:55 WIB
TEMUAN tiga klaster baru di Jawa Barat menjadi cambuk agar penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan demi memutus rantai penularan....
MI/Adi Kristiadi

Covid Melandai Kini DBD Unjukgigi di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:20 WIB
DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya...
 MI/Widjajadi

Rudy tidak Alergi Solo Berstatus Zona Hitam

👤Widjajadi 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:07 WIB
Dia sangat prihatin karena tambahan kasus yang semula selalu satu digit, pada Minggu (12/7) melonjak hingga 18...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya