Jumat 26 Juni 2020, 13:50 WIB

Kejati NTT Tangkap Tersangka TPPO Mendiang TKI Yufrida Selan

Palce Amalo | Nusantara
Kejati NTT Tangkap Tersangka TPPO Mendiang TKI Yufrida Selan

MI/Palce Amalo
Tangkap tersangka TPPO: Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Yulianto (tengah) dan Kejari Kota Kupang, Maks Sombu (kiri).

 

TERSANGKA kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Yusak Sabekti Gananto diterbangkan dari Surabaya, Jawa Timur ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/6). Yusak ditangkap pada 24 Juni 2020 di Pom Benua Gombeo, Kecamatan Bantu Manik, Semarang, Jawa Tengah setelah buron sejak 2018.

Dia adalah satu dari tiga tersangka yang memperdagangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Yufrida Selan, 19, asal Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Timor Tengah Selatan.

Yufrida Selan diketahui meninggalkan rumah pada 2 September 2015 tanpa sepengetahuan orang tua. Para tersangka juga memalsukan nama Yufrida Selan menjadi Melinda Sapay. Hampir satu tahun hilang tanpa kabar, pada 13 Juli 2016, Yufrida dilaporkan meninggal di rumah majikannya di Malaysia.

Sedangkan dua tersangka lainnya sedang dalam pengejaran tim tangkap buron (Tabur) yang dibentuk Kejati NTT Yulianto. "Saya apresiasi dan memberikan pesan kepada DPO (daftar pencarian orang) lain untuk menyerahkan diri secara baik-baik. Tidak ada tempat yang aman bagi mereka," kata Kejati NTT Yulianto kepada wartawan. Menurutnya, keberadaan dua tersangka lainnya sudah terdeteksi.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang Maks Sombu mengatakan, sebelum tersangka Yusak Sabekti Gananto buron, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan putusan tujuh tahun penjara atas kasasi yang diputus pada 2018. "Mereka melakukan upaya hukum tapi sebelum putusan MA turun, lepas demi hukum karena masa penahanannya habis," ujarnya.

Setelah putusan MA turun, jaksa melakukan panggilan ke alamat tersangka, namun mereka tidak ada lagi di alamat tersebut.

Putusan yang dikeluarkan MA tersebut menyebutkan tersangka tetap dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp120 juta subsider tiga bulan penjara, serta membayar restitusi kepada ahli waris Yufrida Selan, Megaria Farida Bureni, Fridolina Us Batan dan Anik Mariani sebesar Rp3 juta.

Menurutnya, terpidana melanggar pasal 4 jo pasal 48 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Pidana jo pasal 65 ayat 1 KUHP Pidana. (OL-13)

Baca Juga: Razia PSBB, Polisi Malah Ungkap Kasus TPPO

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Polres Klaten Gelar Doa Pemilu Damai

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 09:20 WIB
Polres Klaten bersama jajaran dan tokoh masyarakat menggelar doa bersama untuk Pilkada damai di Kabupaten Klaten yang akan digelar pada 9...
DOK BNNP Kalteng

BNNP Kalteng Gagalkan Peredaran Somadril Ilegal Senilai Rp4,8 M

👤Surya Sriyanti 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 09:08 WIB
BNNP Kalimantan Tengah berhasil menggagalkan peredaran ribuan obat keras golongan I n Somadril  senilai Rp4,8 Miliar dengan tersangka...
 ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

GLZoo Dibuka Kembali Banyak Wisatawan Ditolak Masuk

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 08:57 WIB
Direktur Utama GLZoo, KMT A.Tirtodiprojo mengakui  banyak wisatawan yang datang ke GL Zoo terpaksa ditolak masuk karena tidak memenuhi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya