Jumat 26 Juni 2020, 13:38 WIB

Di Tengah Pandemi, Komisi VII: Anggaran Riset Harusnya Ditambah

Putri Rosmalia Octaviyani | Ekonomi
Di Tengah Pandemi, Komisi VII: Anggaran Riset Harusnya Ditambah

AFP/Nicolas Asfouri
Ilustrasi peneliti yang sedang melakukan pengembangan vaksin covid-19.

 

WAKIL Ketua Komisi VII DPR, Alex Noerdin, mengaku heran dengan pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah pada Kementerian Riset/BRIN (Kemenristek/BRIN). Ia mengatakan di tengah pandemi saat ini seharusnya anggaran untuk riset ditingkatkan bukan dikurangi.

"Saya melihat profil anggarannya jadi miris, tega-teganya dipotong, sudah kecil lalu dipotong lagi. Padahal riset sangat penting," ujar Alex, dalam rapat dengar pendapat Komisi VII dengan Kemenristek/BRIN, di gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/6).

Baca juga: BI Perpanjang Penyesuaian Operasional dan Layanan Publik

Ia berpendapat seharusnya anggaran riset justru ditingkatkan. Dengan begitu lembaga-lembaga riset, khususnya Eijkman yang ditugaskan menemukan vaksin covid-19 bisa bekerja lebih cepat dan maksimal.

"Mestinya refocusing ini Kemenristek malah ditambah ambil dari yang lain yang tidak perlu. Eijkman yang sedang mati-matian menemukan vaksin untuk kita semua. Lembaga riset harusnya dananya ditambah di kondisi saat ini," ujar Alex.

Anggota Komisi VII Fraksi Golkar, Dyah Roro Esti, mengatakan bahwa Kemenristek melalui Eijkamn harus sangat didukung dalam upayanya menemukan vaksin covid-19. Untuk itu dukungan anggaran juga sangat dibutuhkan.

"Kementerian-kementerian lain seharusnya harus bisa ngalah karena dalam hal ini kita betul-betul butuh vaksin. Kalau bisa refocusing anggaran 2020 ini dikaji ulang, bahkan kalau bisa eijkman ini dikasiih lebih. Kita harus rumuskan kembali agar bagaimana caranya kita bisa tingkatkan anggarannya," ujar Roro.

Plt. Sesmen Kemenristek/BRIN, Erry Ricardo, mengatakan bahwa memang sebagian besar anggaran 2020 digeser untuk penanganan covid-19. Kemenristek/BRIN mengalami pemotongan anggaran dengan jumlah yang sangat signifikan.

"Ada pemotongan dari angagran awal Rp2,765 triliun, setelah dipotong pagunya jadi Rp1,873 triliun. Pemotongan anggaran yang cukup besar terkena dampak di Deputi Penguatan Risbang, dan Deputi Penguatan Inovasi. Pemotongan di dua deputi teknis itu yang besar itu," ujar Erry.

Erry mengatakan berterima kasih pada dukungan Komisi VII DPR agar Kemenristek/BRIN dapat diberikan anggaran yang lebih besar untuk mendukung setiap program yang akan dijalankan.

"Kami berusaha keras di tengah pemotongan ini dalam mengalokasikan anggaran dan itu bisa semaksimal mungkin kami lakukan mudah-mudahan meski ada pemotongan tetap bisa kami dapat output maksimal," ujar Erry. (OL-6)

Baca Juga

DOK Patra Jasa

Patra Jasa Raih Penghargaan Anugerah BUMN 2020

👤Widhoroso 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 22:55 WIB
Ini menjadi kali ketiga Patra Jasa secara beruntun menerima penghargaan dalam ajang Anugerah...
Antara/Dhemas Revianto

PNM Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo Rp750 Milar

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:15 WIB
Dalam masa pandemi covid-19,  PNM tetap menyalurkan pembiayaan kepada usaha ultra mikro dan UMKM lebih dari Rp8,2...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Ini Sederet Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Masa Pandemi

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 18:05 WIB
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur 2020-2024 sebanyak Rp6.445 triliun. Pemerintah hanya menyanggupi Rp2.385 triliun....

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya