Jumat 26 Juni 2020, 12:46 WIB

Firli Sewa Helikopter, Alex: Pertimbangkan Efisiensi Waktu

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Firli Sewa Helikopter, Alex: Pertimbangkan Efisiensi Waktu

MI/Pius Erlangga
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata

 

WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyampaikan adanya pertimbangan efisiensi waktu yang diambil Ketua KPK Firli Bahuri ketika menyewa helikopter.

Hal itu dilakukan, agar Firli bisa cepat sampai ke kampungnya. Maksud Firli naik hanya untuk mempersingkat waktu perjalanan.

"Dari sisi efisiensi waktu itu yang dia pertimbangkan karena cuti cuma satu hari," kata Alex di Gedung C1 KPK, Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Baca juga: Firli Pakai Helikopter, Dewas KPK Proses Aduan Pelanggaran Etik

Alex menjelaskan saat itu Firli mengambil cuti selama sehari. Perjalanan dari Palembang menuju Baturaja sangat memakan waktu jika menggunakan transportasi darat.

"Pertimbangannya dari Palembang ke kampung dia kalau naik mobil berapa itu (sekitar) 7 jam," ujar Alex.

Alex membantah helikopter yang dinaiki Firli termasuk dalam pemberian fasilitas dari pihak swasta. Dia menegaskan Firli tak menerima pemberian apapun.

Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Firli ke Dewan Pengawas KPK. Firli dilaporkan karena dinilai mengeluarkan sikap hedonisme saat naik helikopter milik perusahaan swasta untuk pergi dari Palembang ke Baturaja.(OL-5)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

KPK Perpanjang Penahanan 3 Eks Legislator Jambi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:20 WIB
Perpanjangan penahanan sampai dengan 21 Agustus 2020 untuk memberi waktu pematangan perkara untuk dibawa ke tahap...
MI/MOHAMMAD IRFAN

Komisi II: Perlu Ada Pembaruan UU Otonomi Daerah

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 13 Juli 2020, 21:10 WIB
 Dengan begitu pemerintah setiap tingkatan wilayah bisa berjalan dan bekerja secara...
MI/ADAM DWI

Kelanjutan Tiga Gugatan UU Korona Tunggu Rapat MK

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Senin 13 Juli 2020, 20:40 WIB
Baru berjalan dua bulan sejak disahkan, undang-undang sudah digugat tujuh kelompok pemohon ke Mahkamah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya